Hari Ini Bursa Saham Asia Naik

b2f34648-0460-40e8-8412-737ea1333f40_169RIFAN FINANCINDO – Pasca sudah anjlok pada perdagangan kemarin (8/7/2019), mayoritas bursa saham utama kawasan Asia kini berhasil membalikkan keadaan.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, indeks Nikkei naik 0,3%, indeks Kospi menguat 0,3%, dan indeks Straits Times terapresiasi 0,11%. Sementara itu, indeks Shanghai dan indeks Hang Seng membukukan koreksi masing-masing sebesar 0,15% dan 0,11%.

Pada perdagangan kemarin, seluruh bursa saham utama kawasan Asia membukukan koreksi yang dalam: indeks Nikkei turun 0,98%, indeks Shanghai ambruk 2,58%, indeks Hang Seng melemah 1,54%, indeks Straits Times jatuh 0,97%, dan indeks Kospi terkoreksi 2,2%.

Koreksi yang sudah begitu dalam tersebut praktis membuka ruang bagi pelaku pasar untuk melakukan aksi beli pada hari ini.

Namun, intensitas aksi beli tersebut dibatasi oleh penantian atas dialog dagang AS-China yang rencananya akan digelar pada pekan ini.

Seperti yang diketahui, pasca berbincang sekitar 80 menit di sela-sela gelaran KTT G20 di Jepang belum lama ini, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menyetujui gencatan senjata di bidang perdagangan sekaligus membuka kembali pintu negosiasi yang sempat tertutup.

Dilansir dari CNBC International, kedua negara secara terpisah mengumumkan bahwa mereka telah setuju untuk tak saling mengenakan bea masuk baru terhadap produk impor dari masing-masing negara.

Media milik pemerintah China Xinhua menyebut bahwa kedua pimpinan negara setuju “untuk memulai kembali negosiasi dagang antar kedua negara dengan dasar kesetaraan dan rasa hormat.”

Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow pada pekan lalu kemudian menyebut bahwa perwakilan kedua negara sedang mengorganisir rencana untuk menggelar dialog antar delegasi AS dan China pada pekan ini.

“Dialog (dengan China) akan berlanjut pada pekan depan,” kata Kudlow, dilansir dari Reuters.

Seorang pejabat dari Kantor Perwakilan Dagang AS menyebut bahwa dialog yang sedang diorganisir adalah dialog yang melibatkan pejabat tingkat tinggi dari kedua negara, yang recananya akan dilakukan melalui sambungan telepon.

Sebagai informasi, pejabat tingkat tinggi dalam hal perdagangan dari sisi AS adalah Kepala Perwakilan Dagang Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin. Dari pihak China, pejabat tingkat tinggi yang dimaksud adalah Wakil Perdana Menteri Liu He.

Kalau sampai negosiasi tak berjalan dengan baik, ada kemungkinan bahwa AS akan mengabaikan gencatan senjata yang sudah disepakati dengan mengenakan bea masuk baru bagi produk impor asal China senilai US$ 300 miliar. Sebelum menyepakati gencatan senjata dengan China, ancaman ini sudah sangat sering ditebar oleh Trump.

 

Sumber : cnbcindonesia.com