Harga Minyak Turun Terimbas Penguatan USD

Minyak-wti-naikPT RIFAN FINANCINDO – Harga minyak dunia turun pada hari ini karena dolar Amerika Serikat (USD) menguat, meskipun terjadi penurunan pasokan yang dilakukan OPEC terlihat mendukung pasar memasuki tahun depan.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/12/2017), harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD56,64 per barel pada pukul 0108 GMT, turun 5 sen dari posisi sebelumnya. Sementara, harga minyak brent sebagai patokan harga minyak internasional turun 11 sen menjadi USD62,09 per barel. Pelaku pasar mengatakan bahwa harga yang sedikit lebih rendah terutama disebabkan oleh menguatnya USD, yang telah menguat 0,8% bulan ini terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Greenback yang lebih kuat memengaruhi harga minyak mentah, karena membuat pembelian minyak lebih mahal di negara-negara yang menggunakan mata uang lainnya. “USD yang kuat dapat bertindak sebagai penghalang terhadap komoditas,” kata Bank of America Merrill Lynch (BoAML).

Secara fundamental, harga minyak telah mendapat dukungan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekelompok produsen non-OPEC, yang terpenting adalah Rusia, yang telah menahan pasokan untuk memperketat pasar dan menopang harga. Harga minyak naik tajam sepanjang Juni hingga Oktober, dengan minyak brent memperoleh kenaikan sekitar 40%. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh harapan bahwa OPEC, Rusia dan sekutunya akan memperpanjang pengurangan produksi, yang telah ada sejak Januari dan pada awalnya akan berakhir pada Maret 2018.

BoAML mengatakan, permintaan global yang kuat dan persediaan yang ketat harus melihat minyak mentah brent naik menjadi USD70 per barel pada pertengahan tahun. Mengancam untuk merongrong tujuan OPEC untuk memperketat pasar adalah produksi minyak AS, yang telah meningkat lebih dari 15% sejak pertengahan 2016 sampai 9,7 juta barel per hari (bpd), tingkat tertinggi sejak awal 1970-an dan mendekati produksi produsen utama, Rusia dan Arab Saudi.

Harga Emas Antam Jatuh meski Emas Dunia Menguat

Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini menyusut alias menurun, setelah kemarin stagnan dari hari sebelumnya. Penyusutan emas Tanah Air terjadi saat emas dunia bergerak menguat.

Dilansir dari situs Logammulia.com, Jumat (8/12/2017) harga jual emas Antam melemah ke level Rp623.000/gram dari posisi sebelumnya di level Rp626.000/gram. Sedangkan buyback juga tercatat berkurang menjadi Rp544.000/gram dibandingkan sebelumnya Rp549.000/gram.

Untuk harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.206.000 dengan harga per gram Rp603.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.791.000 dengan harga per gram Rp597.000. Sedangkan harga emas 4 gram senilai Rp2.377.000 dengan harga per gram Rp594.250.

Emas ukuran 5 gram sebesar Rp2.971.006.000 dengan harga per gram Rp594.200. Harga emas 10 gram dijual Rp5.867.000 dengan harga per gram Rp586.700. Harga emas 25 gram Rp14.529.000 dengan harga per gram Rp581.160. Harga emas 50 gram sebesar Rp28.907.000 dengan harga per gram Rp578.140.

Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp57.639.000 dengan harga per gram Rp576.390. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp143.706.000 dengan harga per gram Rp574.824 dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp287.035.000 dengan harga per gram Rp574.070.

Harga emas Antam di Pulogadung berada di level Rp613.000 per gram atau lebih rendah dari sebelumnya Rp616.000/gram dan harga buyback Rp544.000/gram. Harga emas Antam di Jakarta II juga menurun menjadi Rp623.000/gram dengan buyback di level Rp544.000/gram.

Seperti dilansir Reuters hari ini, harga emas dunia naik tipis di awal perdagangan Asia, setelah turun di bawah kisaran perdagangan baru-baru ini untuk mencapai titik terendah lebih dari empat bulan semalam.

Harga emas di pasar spot naik hampir 0,2% ke level USD1.248,29 per ons pada pukul 01.02 GMT, setelah mencapai level terendah sejak 26 Juli di posisi USD1.243,71. Sementara, harga emas AS malah turun 0,2% ke level USD1.250,10 per ons.

( sindonews.com )

Leave a Reply