Harga Minyak Terkoreksi Dihadang Kekhawatiran Pertumbuhan Ekonomi

\Harga Minyak Terkoreksi Dihadang Kekhawatiran Pertumbuhan Ekonomi   \RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga minyak mentah merosot di pasar Asia, lantaran masih tingginya pasokan global dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Padahal, harga minyak sudah mulai menguat lantaran adanya kesepakatan untuk menahan produksi.

Morgan Stanley Bank mengatakan, harga minyak cenderung keluar dari tingkat terendahnya. Meski demikian, bank melihat bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi dan produksi yang masih tinggi akan mencegah kenaikan lebih lanjut.

“Harga minyak tampaknya sudah sampai titik terendah, meskipun mereka akan cenderung bergerakan mendatar pada sisa tahun ini sebelum mulai bergerak lebih tinggi pada 2017,” kata bank tersebut seperti dilansir dari Reuters, Senin (14/3/2016).

Morgan Stanley juga mengatakan, dengan murahnya minyak nampaknya tidak memberikan dorongan ekonomi seperti yang diharapkan banyak pihak.

“Ketika harga minyak jatuh di bawah biaya produksi, keuntungan pendapatan bagi konsumen akan lebih kecil dari biaya untuk produsen, dan penurunan harga minyak menjadi sum negatif,” katanya.

Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) berjangka diperdagangkan pada turun 24 sen USD38,26 per barel. Sementara minyak patokan internasional, Brent berjangka, turun 8 sen menjadi USD40,31 per barel.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com