Harga Minyak Stabil Walau Kekhawatiran Di Turki

RIFANFINANCINDO – Harga minyak mentah sebagian besar tidak bergerak di perdagangan Asia Senin pagi karena investor fokus pada spekulasi data pertumbuhan ekonomi yang menguntungkan dari AS dan China dan diberhentikan kekhawatiran gangguan pasokan minyak dari perebutan kekuasaan di Turki selama akhir pekan.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah untuk pengiriman Agustus diperdagangkan pada $ 46,00 per barel, naik $ 0,05 pada sesi elektronik Globex. Brent September di bursa ICE Futures London naik $ 0,20 $ 47,81 per barel.

Selama akhir pekan, harga minyak ditopang oleh data yang menunjukkan produk domestik bruto kuartal kedua China tumbuh 6,7%, lebih tinggi dari apa yang diproyeksikan analis. penjualan ritel dan produksi industri AS juga melonjak di bulan Juni.

Selain itu, ketakutan bahwa kudeta militer di Turki bisa menghambat aliran minyak melalui selat Turki, pengiriman penting dan rute perdagangan, juga membantu mendorong harga.

Tapi harga turun ketika menjadi jelas bahwa pelabuhan di Turki bekerja secara normal.(yds)

( Bussines Spectator )

Mata uang Turki, lira, anjlok 4,78% ke 3,0157 pada akhir perdagangan pekan ini, penurunan harian paling tajam sejak 2008. Indeks iShares MSCI Turki yang diperdagangkan di New York merosot 2,5% pada penutupan perdagangan.

?Ini adalah syok politik yang tidak diduga Satu-satunya kesimpulan adalah akan ada gejolak politik lanjutan. Banyak dana telah mengalir ke Turki, pasti sebagian akan berbalik keluar. Mata uang Turki pasti melemah hingga ada kepastian,? kata Jorge Mariscal dari UBS Group AG kepada Bloomberg.

Turki adalah pasar keuangan di wilayah timur Eropa dengan kinerja terbaik tahun ini sebelum upaya kudeta, menguat 15% sejak awal tahun. Ekonomi Turki tumbuh 4,8% pada kuartal I/2015, lebih pesat dari proyeksi ekonom.

Emad Mostaque, dari Ecstrat Ltd, memperkirakan saham yang diperdagangkan di Turki bisa jatuh hingga 20% bagaimanapun kelanjutan dari upaya kudeta Jumat malam.

?Walaupun kudeta gagal, ini adalah bencana bagi Turki. Risiko politik akan melesat. Kudeta yang sukses juga tidak bagus bagi pasar karena partai Erdogan memiliki dukungan politik yang kuat,? kata Mostaque. ( https://bisnis.tempo.co )

PT Rifan Financindo

RifanFinancindo

Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam website kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.