Harga Minyak Naik Jadi US$ 47,43 per Barel

Imbas turunnya harga minyak dunia ternyata mengguncang perusahaan-perusahaan besar migas di dunia.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga minyak naik pada perdagangan Selasa, (Rabu waktu Indonesia) menyusul International Energy Agency (IEA) mencatatkan ada penurunan yang tajam pada investasi sektor minyak. Meski ada gambaran kondisi kelebihan pasokan, para pedagangan fokus pada data persediaan di kemudian hari.

Minyak mentah AS CLC1 ditutup naik 34 sen ke level US$ 44,21 per barel. Sementara harga minyak acuan, Brent naik 24 sen ke level US$ 47,43 per barel, setelah mengalami penurunan selama 4 hari perdagangan.

IEA mengestimasi investasi di sektor minyak akan turun lebih dari 20 persen tahun ini dan tren akan berlanjut hingga 2016.

IEA juga menambahkan, minyak akan sulit untuk kembali lagi ke harga US$80 per barel sebelum habisnya dekade ini. Meski sudah banyak dilakukan pemangkasan di investasi, pertumbuhan permintaan perusahaan naik ke angka 1 juta per hari.

Senior Market Analis dari iitrader.com seperti dikutip dari Reuters Rabu (11/11/2015) mengatakan, trader telah menargetkan harga tingkat teknis US$ 43,4 per barel dan saat minyak mentah AS gagal menembus lebih rendah pasar melambung, meskipun kemungkinan akan berjuang untuk menahan keuntungan.

“Jika pasar saham mampu menjual dari sekarang sampai akhir minggu, Anda harus percaya minyak mentah akan bergerak setelah rendah di Oktober awal (dari $ 42,58),” kata Sloup. “Pasokan tidak akan berhasil, ada ton di luar sana dan pasar terasa berat.”

American Petroleum Institute akan merilis data persediaan minyak mentah hari Selasa pada pukul 4:30 pm waktu setempat dan setiap pembangunan bisa membuat harga semakin rendah. Persediaan minyak AS adalah ramalan untuk membangun cadangan minyak dalam 7 pekan ke depan.

Data persediaan AS Administrasi Informasi Energi resmi akan ditunda sampai Kamis karena liburan Hari Veteran AS pada Rabu. (Zul/Gdn)

Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id