Harga Minyak Mentah Naik Tipis

RIFAN FINANCINDO – Harga Minyak mentah diperdagangkan naik tipis pada hari Kamis di sesi dengan volume yang lebih rendah dengan adanya libur Thanksgiving Day di AS, dimana investor terus menantikan pertemuan pekan depan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk pembatasan produksi.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir di $ 47,98 per barel, naik tipis 2 sen atau 0,04 persen, sedikit berubah dari penutupan sebelumnya. WTI berfluktuasi antara $ 47,80 dan $ 48,26 pada hari Kamis.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik tipis 5 sen, atau 0,1%, ke $ 49,00 per barel. Patokan internasional diperdagangkan dalam kisaran sempit $ 48,76 dan $ 49,21.

Akifitas pasar rendah pada Kamis karena para pedagang AS merayakan Thanksgiving. Pasar saham AS juga ditutup.

OPEC dijadwalkan bertemu tanggal 30 November untuk menindaklanjuti kesepakatan memangkas produksi minyak yang dicapai di Aljazair pada September. Berbagai laporan menunjukkan kelompok mencari upaya mengurangi produksi dengan 880.000 barel per hari selama enam bulan mulai Januari. Laporan sebelumnya menunjukkan OPEC sedang mempertimbangkan pemotongan produksi antara 4% hingga 4,5%. Kelompok produsen memproduksi 33.640.000 barel pada bulan Oktober, mencapai rekor tinggi.

Menurut analis, kesepakatan produksi masih bergantung pada partisipasi dari Iran, yang sebelumnya telah berjanji untuk terus meningkatkan produksi dan ekspor sampai mereka kembali ke tingkat pra-sanksi. Sementara kesepakatan produksi akan menopang harga minyak dalam jangka pendek, analis kurang optimis akan keseimbangan pasar dalam jangka panjang. Itu karena harga minyak yang lebih tinggi bisa mendorong produsen serpih AS untuk secara besar-besaran meningkatkan produksi mereka sendiri.

Pada hari Jumat, penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes akan melaporkan angka hitungan kilang minyak AS terbaru. Kilang yang aktif di AS telah terus meningkat selama empat bulan terakhir, indikasi bahwa pengebor share sudah merespon kenaikan harga.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah untuk perdagangan mendatang akan bergerak mencermati sentimen kesepakatan pemotongan produksi OPEC dan pergerakan dollar AS. Harga diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 47,50-$ 47,00, sedangkan jika naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 48,50 -$ 49,00.

( vibiznews.com )