Harga Minyak Mentah Melonjak 4 Persen

RIFAN FINANCINDO – Harga minyak mentah naik 4 persen mencapai tiga minggu tertinggi pada akhir perdagangan Selasa dinihari (22/11), terdorong meningkatnya keyakinan bahwa negara-negara penghasil minyak utama akan setuju untuk membatasi produksi pada pertemuan minggu depan.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik $ 1,73, atau 3,7 persen, pada $ 47,42 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik $ 2,12, atau 4,5 persen, pada $ 48,98 per barel, setelah menyentuh level tertinggi sejak 2 November.

Brent sempat sebentar menyentuh $ 49 per barel. Brent telah meningkat 11 persen dalam seminggu sejak Arab Saudi, pemimpin de facto Organisasi Negara Pengekspor Minyak, mulai mengadakan pendekatan diplomatik membujuk anggota kelompok untuk bergabung dengan rencana pembatasana produksi yang diusulkannya.

Dalam beberapa hari terakhir, beberapa anggota OPEC termasuk Iran, bersama dengan non-anggota Rusia, telah menyarankan mereka condong ke arah kesepakatan untuk membatasi produksi.

Dolar AS mereda dari tertinggi 13,5 tahun pekan lalu sebagai hasil Treasury lebih rendah, memperkuat minyak dan lebih luas harga komoditas termasuk tembaga dan emas.

Analis Goldman Sachs mengatakan dalam sebuah catatan bahwa kemungkinan suatu keyakinan keberhasilan rencana pemotongan produksi OPEC telah meningkat, dan mereka percaya surplus minyak dunia akan bergeser menjadi defisit pada pertengahan tahun depan, yang akan mendukung harga.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan ia melihat tidak ada halangan untuk anggota non-OPEC Rusia setuju untuk membekukan produksi minyak, yang pada lebih dari 11 juta barel per hari tertinggi pasca-Soviet.

Iran telah menjadi salah satu rintangan utama yang dihadapi setiap pembatasan produksi oleh OPEC, sebagai Teheran ingin mencoba untuk merebut kembali pangsa pasar yang hilang di bawah sanksi Barat.

Libya dan Nigeria, yang ekspornya telah terhambat oleh kekerasan, juga telah meminta untuk keluar dari kesepakatan. Sebuah pemulihan produksi dari kedua negara berarti tanggung jawab untuk memotong sisanya bagi Arab Saudi dan negara Teluk tetangganya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah akan dipengaruhi sentimen rencana pemotongan produksi OPEC yang direncanakan direalisasikan dalam pertemuan 30 Nomember. Jika sentimen optimis terus menguat akan mengangkat harga dan sebaliknya. Harga diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 47,90 -$ 48,40, sedangkan jika turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 46,90-$ 46,40.

( vibiznews.com )