Harga Minyak Mentah Kembali Jatuh

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Harga minyak mentah merosot di sesi Asia pada Rabu pagi jelang data industri stok AS.

Minyak mentah untuk pengiriman November di Bursa Perdagangan New York tertekan 0,8% menjadi $50,75 per barel. Kemudian pada hari Rabu, American Petroleum Institute akan merilis estimasi dari produk stok langsung dan turunannya di pekan lalu. Angka-angka itu, tertunda sehari karena hari libur umum, dan akan diikuti data yang lebih dipantau cermat dari Departemen Energi AS dan Badan Energi Internasional akan mengumumkan laporan bulanan permintaan dan penawaran minyak global pada hari Kamis.

Minggu lalu, data menunjukkan cadangan minyak mentah AS jatuh dalam minggu kelima berturut-turut mendorong prospek permintaan konsumen minyak paling besar di dunia itu. Menurut Badan Administrasi Informasi Energi AS, persediaan minyak mentah turun 3,0 juta barel pekan lalu ke 499,7 juta, paling rendah sejak Januari.

Semalam, minyak Brent untuk pengiriman Desember di Bursa Berjangka ICE London berkurang 0,08% ke $52,52 per barel.

Pada Selasa malam, IEA mengatakan dalam laporan Oktober mengharapkan permintaan minyak dunia tumbuh pada tingkat 1,2 juta barel per hari di tahun depan, menjaga proyeksi tidak bergerak dari bulan lalu, tapi memangkas estimasi pertumbuhan tahun 2016 sebesar 40.000 barel per hari menjadi sekitar 1,2 juta bph, dari sekitar 1,3 juta barel per hari bulan lalu.

IEA memperkirakan penurunan 900.000 barel per hari dalam produksi non-OPEC di tahun 2016 ke 56,6 juta barel per hari, dan mengharapkan kenaikan sebesar 400.000 barel per hari pada tahun 2017.

Persediaan global turun untuk pertama kalinya sejak bulan Maret, turun 10 juta barel menjadi 3,092 miliar barel, hanya mundur dari rekor bulan Juli di 3,111 miliar barel.

Minyak naik pada hari Senin setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negaranya bersedia bergabung dalam sebuah kesepakatan produksi minyak yang mungkin termasuk penghentian atau pengurangan produksi.

Berbicara dalam Kongres Energi Dunia di Istanbul Senin, Putin mengatakan dia berharap OPEC akan menyetujui batas produksi minyak mentah pada bulan November dan Rusia siap mendukung keputusan tersebut. Rusia akan terus menjadi penghasil energi yang dapat diandalkan, katanya.

Komentar optimis Putin datang setelah Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih menyatakan ia optimis kesepakatan produksi bisa dicapai bulan November dan hal itu bahkan tak “terpikirkan” bahwa harga minyak mentah bisa naik 20% tahun ini sampai $60 per barel.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak mencapai kata sepakat dalam pembatasan produksi ke range 32,5 juta hingga 33,0 juta barel per hari dalam pertemuan yang diadakan di sela-sela sebuah konferensi energi di Aljazair pada akhir bulan lalu, pelemahan sebesar 0,7% ke 2.2% dari produksi saat ini 33,2 juta barel.

Namun, analis pasar tetap skeptis atas kesepakatan itu, memikirkan bagaimana rencana tersebut akan dilaksanakan.

Kelompok minyak 14-anggota tersebut mengatakan tidak akan menyelesaikan rincian atau menyelesaikan perjanjian produksi hingga pertemuan kelompok organisasi tersebut di Wina pada 30 November.

Pasokan minyak dunia bisa jatuh ke garis yang lebih cepat dengan permintaan jika OPEC dan Rusia setuju untuk memotong produksi cukup tajam, tetapi tidak jelas seberapa cepat hal ini mungkin terjadi sampai rincian lebih lanjut muncul, Badan Energi Internasional mengatakan pada hari Selasa. (http://id.investing.com)

Minyak Berjangka Berakhir Lebih Rendah Karena Meningkatnya Output OPEC

Minyak berjangka berakhir lebih rendah pada hari Selasa karena laporan produksi dari OPEC pada bulan September berada pada level tertinggi menyusul rally sehari sebelumnya.

Harga minyak mendapatkan dorongan pada hari Senin di tengah berita bahwa Rusia berencana untuk menyetujui proposal dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk mengurangi produksi minyak mentah.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk bulan November turun 56 sen atau 1,1 %, untuk menetap di level $ 50,79 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak untuk minyak mentah acuan global jenis Brent di bulan Desember merosot 73 sen atau 1,4 %, ke level $ 52,41 per barel di bursa ICE Futures di London.

Pada hari Selasa, Badan Energi Internasional yang berbasis di Paris mengatakan OPEC meningkatkan outputnya sebesar 160.000 barel per hari ke rekornya 33.64 juta barel per hari pada bulan September. Pada pertemuan di Aljir bulan lalu, OPEC sepakat untuk membawa output ke tingkat maksimum 33 juta barel per hari, tetapi juga mengatakan akan membuat usulan rincian tentatif pada pertemuan kelompok OPEC berikutnya pada 30 November mendatang. (Market Watch)

PT RIFAN FINANCINDO