Harga Minyak Kembali Naik

RIFAN FINANCINDO – Harga minyak mentah di awal perdagangan Asia pada Kamis (21/7/2016) kembali melanjutkan kenaikan. Melansir Reuters, Kamis ini, si emas hitam naik tipis setelah Departemen Energi Amerika Serikat melaporkan penarikan mingguan untuk kesembilan kalinya berturut-turut dari stok minyak mentah mereka.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate untuk pengiriman September–kontrak baru bulan depan yang dilakukan Kamis ini–naik 2 sen menjadi USD45,77 per barel pada 09:02 ET. Kontrak Agustus berakhir pada hari Rabu kemarin, setelah naik 29 sen atau 0,7% untuk menetap di level USD44,94 per barel.

Adapun kontrak bulan depan, minyak mentah London, Brent naik 5 sen menjadi USD47,22 per barel. Kontrak untuk pengiriman September naik 51 sen atau 1,1% ke USD47,17 per barel.

?Banyak pelaku pasar telah memperkirakan stockdraws mentah jauh lebih besar selama puncak musim ini di Amerika Serikat, karena pasokan minyak yang belum terpenuhi,? ujar Energy Aspect dalam catatannya.

Persediaan minyak mentah AS, USOILC = ECI turun 2,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 15 Juli, demikian data dari Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat.

Stok bensin USOILG = ECI naik 911.000 barel terhadap perkiraan sebelumnya. Bulan Juli sebagai puncak musim panas membuat permintaan terhadap bahan bakar meningkat. Apalagi setelah rilis data penjualan otomotif di negara tersebut menyatakan hasil positif.

Sumber : http://ekbis.sindonews.com

PT Rifan Financindo

Rifan Financindo

Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam website kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.