Harga Minyak Dunia Naik 2%

PT RifanFinancindo

PT Rifan Financindo

PT RIFAN FINANCINDO – Harga minyak dunia menguat lebih dari 2% dalam perdagangan volatile setelah jatuh sebanyak 2% menutupi kerugian karena pasar bereaksi terhadap prospek dari produsen minyak utama mampu untuk menyepakati pengurangan produksi pada pertemuan Rabu.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (29/11/2016), harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik USD1,02 atau 2,21% menjadi USD47,08 per barel. Sementara, harga minyak brent naik USD1,00 atau 2,12% ke level USD48,24 tiap barel.

Pada perdagangan pasca-penyelesaian, minyak berjangka mendapat keuntungan setelah Reuters melaporkan bahwa ahli OPEC tidak setuju pada rincian kesepakatan untuk mengurangi produksi.

Perdagangan berombak setelah harga anjlok lebih dari 3% pada Jumat kemarin karena adanya keraguan atas apakah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan mencapai persetujuan untuk membantu mengekang overhang pasokan global yang mengalami penurunan hingga 50% sejak 2014.

“Pada Rabu, perdagangan akan sangat didorong oleh headline. Komentar yang keluar dari pra-pertemuan, khususnya dari Irak pagi ini, benar-benar menyetir hari ini,” kata Tony Headrick dari CHS Hedging.

Pengamat pasar memprediksi harga akan tetap stabil hingga pertemuan OPEC besok yang akan memastikan apakah OPEC dan produsen nonOPEC dapat menyepakati pemotongan produksi minyak.

Setelah dirilis akan dilakukan pemangkasan, harga minyak bisa naik menuju USD52 per barel. Pada Minggu kemarin, Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan pasar minyak akan menyeimbangkan dirinya pada 2017 bahkan jika produsen tidak melakukan campur tangan, dan yang menjaga produksi pada level saat ini bisa karena dibenarkan.

Pernyataan itu memicu beda pendapat antara eksportir minyak OPEC dan nonOPEC eksportir seperti Rusia atas siapa yang harus memangkas produksi. Kemarin, OPEC berebut untuk menyelamatkan kesepakatan, dengan para analis memperingatkan koreksi harga yang tajam jika mereka gagal.

Harga melonjak sebagai menteri minyak Irak menyatakan negara itu akan bekerja sama dengan kelompok untuk mencapai kesepakatan “diterima oleh semua”.

Pertemuan yang diagendakan Senin antara OPEC dan produsen nonOPEC dibatalkan setelah Arab Saudi menolak untuk hadir, sementara kekhawatiran atas kelayakan kesepakatan mendorong volatilitas indeks minyak mentah mendekati level tinggi dalam sembilan bulan.

( ekbis.sindonews.com )