Harga Minyak Diprediksi Kembali Tekan Pelemahan IHSG

Harga Minyak Diprediksi Kembali Tekan Pelemahan IHSGRIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini, Senin, 22 Februari 2016, diperkirakan bergerak di teritori negatif.

Analis First Asia Capital, David N Sutyanto, mengatakan harga minyak mentah yang kembali anjlok akan berdampak negatif bagi pergerakan saham berbasis komoditas.
“Harga minyak kembali anjlok. Pasar masih mengkhawatikan kelebihan pasokan minyak dunia,” kata dia, di Jakarta, Senin, 22 Februari 2016.
Namun, ujarnya, pemodal lokal akan memanfaatkan koreksi yang terjadi untuk mengkoleksi kembali sejumlah saham unggulan yang sektornya bullish.
“IHSG diperkirakan bergerak di 4.650 hingga 4.725, dengan kecenderungan terkoreksi,” ucapnya.
David mengatakan, perdagangan saham akhir pekan lalu yang didominasi tekanan jual pemodal, di mana membuat IHSG yang sudah menguat dalam empat sesi perdagangan sebelumnya mengalami koreksi tajam 81,234 poin (1,7 persen) ke level 4.697,560.
Dia menjelaskan, tekanan jual dimotori pemodal asing, terutama melanda saham emiten perbankan. Penjualan bersih asing Rp912,4 miliar akhir pekan lalu setelah empat hari perdagangan sebelumnya mencatatkan pembelian bersih hingga Rp1,22 triliun.
“Pemodal bereaksi negatif atas rencana OJK (Otoritas Jasa Keuangan) membatasi rasio NIM (net interest margin) perbankan di level empat persen. Saat ini rata-rata rasio NIM perbankan Indonesia 5,3 persen. Langkah OJK ini dimaksudkan untuk memaksa perbankan menurunkan suku bunga kreditnya,” tuturnya.
Menurutnya, pasar bereaksi negatif karena tidak menyukai sesuatu yang sifatnya mengintervensi pasar. Akibat koreksi akhir pekan sebelumnya, IHSG selama sepekan lalu terkoreksi 0,36 persen.
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id