Harga Grosir AS April Naik Tajam

RIFAN FINANCINDO – Harga grosir AS bulan April naik tajam dalam lebih dari setahun terakhir, mencerminkan basis kenaikan luas yang memberikan sinyal ancaman deflasi sedang surut akibat pemulihan ekonomi.

Kenaikan 0.6% pada indeks harga produsen mengikuti kenaikan tertinggi sejak September 2012 lalu dan melampaui dari semua perkiraan pada survey?Bloomberg?dari 69 ekonom, hal itu menurut rilis data dari Departemen Tenaga Kerja AS hari ini. Dalam 12 bulan terakhir, biaya naik sebesar 2.1%. Biaya makanan melonjak tajam dalam 3 tahun terakhir.

Rebound pada kekuatan harga terbentuk akibat pertumbuhan ekonomi global yang mulai naik. Naiknya harga diperkirakan akan meredam kekhawatiran kepada Federal Reserve yangh telah menyatakan bahwa mereka menginginkan inflasi naik mendekati target The Fed sebesar 2%.

Laporan?PPI?(Price Producer?Index) tahun ini berkontribusi sebesar 75% dari ekonomi, yang menghitung biaya barang jasa. PPI saat ini mengukur harga yang diterima pada jasa, belanja pemerintah, ekspor dan konstruksi.

Kenaikan PPI April mengikuti kenaikan 0.5% di bulan sebelumnya. Perkiraan rata-rata pada survei Bloomberg dari para ekonom menyatakan naik sebesar 0.2%. Kisaran perkiraan dari penurunan sebesar 0.2% hingga kenaikan 0.5%.

Sehingga disebut ukuran harga inti (core), yang tidak mencantumkan volatilitas makanan dan bahan bakar, naik 0.5% setelah sebelumnya naik 0.6% di bulan Maret lalu. Ukuran harga inti (core) diproyeksikan naik 0.2%, menurut survei rata-rata. (bgs)

Sumber : Bloomberg