Harga Emas Turun Tertekan Data Ekonomi AS | PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Harga Emas di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena data keuangan AS yang baik memberikan tekanan terhadap logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember melemah USD1,9 atau 0,14 persen, menjadi berada di USD1.350,00 per ounce.

Emas berada di bawah tekanan karena laporan yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim pengangguran awal turun sebesar 1.000 menjadi 266.000 selama sepekan hingga 8 Agustus.

Para analis menuliskan bahwa klaim pengangguran tetap berada pada tingkat terendah secara historis, yang merupakan tanda yang bagus bagi perekonomian AS dan memberi kepercayaan terhadap investor sehingga mendorong mereka menjauh dari emas.

Logam mulia di bawah tekanan lebih lanjut ketika indeks dolar AS 0,3 persen menjadi 95,85 pada pukul 17.45 GMT. Indeks adalah tolok ukur dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak tidak searah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar sehingga harganya lebih tinggi bagi investor.

Meskipun bank sentral AS telah membiarkan pintu terbuka untuk kenaikan suku bunga selama 2016, investor yakin kenaikan suku bunga tidak mungkin dilakukan sepanjang sisa tahun ini.

Risalah pertemuan Fed sebelumnya membuat para pedagang percaya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember.

Menurut alat Fedwatch CME Group, kemungkinan tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah pada 18 persen pada pertemuan September 2016, 20 persen pada pertemuan November 2016, dan 50 persen pada pertemuan Desember.

Emas kembali berada di bawah tekanan tambahan karena indeks Dow Jones Industrial Average AS naik 129 atau 0,7 persen pada pukul 18.00 GMT.

Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia akan menguat, karena investor mencari tempat yang aman, sebaliknya ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya melemah.

Perak untuk pengiriman September turun 15 sen, atau 0,74 persen, menjadi ditutup pada USD20,02 per ounce. Platinum untuk pembelian Oktober turun USD26,4, atau 2,23 persen, menjadi ditutup pada USD1.156,7 per ounce.

Sumber : http://economy.okezone.com

PT RIFAN FINANCINDO