Harga Emas Tertekan Jelang FOMC

PT RIFAN FINANCINDO – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Rabu atau Kamis pagi WIB, 27 Oktober 2016, menyambut pertemuan Federal Reserve AS pada November.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun US$ 7 atau 0,55 persen menjadi menetap di US$ 1.266,60 per ounce.

Emas berada di bawah tekanan karena investor dalam proses pengaturan ulang posisi perdagangan mereka dalam rangka untuk mengurangi risiko menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan November.

Umumnya periode sekitar pertemuan FOMC sangat volatil dan para pedagang ingin menghindari adanya sesuatu yang mengejutkan.

Meskipun mereka bersiap, investor percaya the Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember. Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk mengangkat suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah sembilan persen untuk pertemuan November 2016 dan 74 persen pada pertemuan Desember.

Namun demikian, logam mulia dihambat laju penurunannya karena indeks dolar AS turun 0,12 persen menjadi 98,61 pada pukul 17.45 GMT, namun pengamat mencatat bahwa pelemahan ini tidak sebanding dengan rebalancing yang diinduksi the Fed.

Indeks adalah nilai dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak saling berlawanan, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih rendah harganya bagi investor.

Sementara itu, sebuah laporan dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Rabu menunjukkan penjualan rumah baru sesuai dengan harapan pada 593 ribu unit selama September.

Analis mencatat bahwa laporan ini mungkin telah membuat tekanan lebih lanjut terhadap logam mulia karena harga telah meningkat sebesar 6,7 persen.

Para pedagang juga sedang menunggu laporan pesanan barang tahan lama dan klaim pengangguran mingguan pada Kamis, dan laporan produk domestik bruto pada Jumat.

Perak untuk pengiriman Desember turun 15,4 sen, atau 0,87 persen menjadi ditutup pada US$ 17,626 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 0,9 dolar AS atau 0,09 persen menjadi ditutup pada US$ 964,00 per ounce. (tempo.com)

Emas Pertahankan Penurunan Terkait Prospek Kenaikan Suku Bunga

Emas mempertahankan penurunannya karena menguatnya prospek suku bunga AS yang lebih tinggi tahun ini dan investor masih menunggu data ekonomi.

Logam mulia untuk pengiriman cepat berada di 0,1 persen lebih rendah di $ 1,265.85 per ons pada 8:01 pagi di Singapura setelah penurunan sebesar 0,5 persen pada Rabu kemarin, menurut Bloomberg generic pricing. Bullion telah kehilangan sebesar 3,8 persen bulan ini.

Emas mengalami penurunan pasca reli sebesar 25 persen pada semester pertama 2016 karena pasar terus meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan menaikkan biaya pinjaman pada akhir tahun ini. Fed funds futures menunjukkan kemungkinan kenaikan pada bulan Desember meningkat ke 72,5 persen dari 59 persen pada awal Oktober. Data pesanan barang tahan lama di AS untuk September adalah akan di rilis Kamis ini dan estimasi pertama pemerintah untuk kuartal ketiga dari GDP dijadwalkan untuk di rilis pada hari Jumat besok.(Bloomberg)