Harga Emas Terjatuh Jelang Rapat The Fed

Ilustrasi Harga Emas (Liputan6.com/Johan Fatzry)RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga emas turun pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta) karena investor melihat bahwa kebijakan yang bakal dikeluarkan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed bakal sangat menentukan harga emas ke depannya.

Mengutip Wall Street Journal, Rabu (16/3/2016), harga emas untuk pengiriman April ditutup turun 1,1 persen ke level US$ 1.231 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Beberapa investor percaya bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan yang akan diadakan selama dua hari ini. Keyakinan tersebut setelah melihat realisasi data-data ekonomi AS yang cenderung membaik.

Dengan data yang membaik tersebut memungkinkan?bagi bank Sentral AS untuk kembali menaikkan suku bunga setelah sebelumnya telah menaikkannya pada akhir tahun lalu.

Namun memang, kenaikan tersebut tidak akan dilakukan dalam waktu dekat ini namun masih akan dilakukan pada Juni nanti. Sedangkan sebagian investor memperkirakan kenaikan akan dilakukan pada Desember depan.

Dengan kenaikan tersebut, emas bakal semakin berat untuk bersaing dengan surat utang atau obligasi. Alasannya, emas tidak memberikan bunga.

“Nasib harga emas dan juga perak sangat ditentukan oleh pengumuman yang akan dilakukan oleh The Fed,” jelas broker RJO Futures Bob Haberkorn.

Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak 16 persen karena didorong estimasi bahwa kenaikan suku bunga The Fed bakal ditunda karena pelemahan ekonomi dunia. Beberapa negara lain telah menurunkan suku bunga bahkan Eropa dan Jepang memilih untuk memberikan?memberikan suku bunga negatif.

Investor juga mencermati hasil pertemuan bank sentral Jepang. Dikabarkan pimpinan bank sentral Jepang akan membahas soal pembebasan US$ 90 miliar untuk dana jangka pendek dan pengenaan suku bunga negatif.

Sementara itu berdasarkan data, hedge fund telah meningkatkan posisi di divisi Comex dengan melihat ada kemungkinan kenaikan harga emas ke level tertinggi dalam 13 bulan. (Gdn/Nrm)

Sumber : http://bisnis.liputan6.com/