Harga Emas Tak Berdaya Lawan Dolar AS

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun untuk hari kedua berturut-turut pada Rabu (Kamis pagi WIB).

Logam mulia tertekan penguatan dolar AS, setelah keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit mendorong pelemahan mata uang euro.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April turun USD1,9 atau 0,15% menjadi USD1.253,70 per ounce.

Indeks dolar AS, naik 0,3% menjadi diperdagangkan di atas 100 pada pukul 19.00 GMT.

Harga logam kuning jatuh karena pemerintah Inggris Raya secara resmi menyampaikan surat ke Dewan Eropa untuk memulai proses Brexit, mengawali dua tahun perundingan.

Presiden dan chief executive officer GoldSeek.com Peter Spina mengatakan, Brexit melemahkan daya tarik euro.

“Ketidakpastian di Uni Eropa telah berkembang sejalan dengan tren nasionalis bersama dengan isu-isu ekonomi, membuat dolar AS jauh lebih menarik,” kata dia.

Penguatan greenback dapat menekan harga komoditas berdenominasi dolar AS seperti emas. Sementara itu, para pedagang logam akan terus mengamati data ekonomi AS untuk petunjuk tentang kecepatan dan waktu kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Perak untuk pengiriman Mei tinggal tidak berubah pada USD18,252 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun USD4,9 atau 0,51%, menjadi ditutup pada USD952,50 per ounce.

Dolar AS Bergerak Mixed Usai Pidato Pejabat The Fed

Nilai tukar dolar AS berakhir bervariasi terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB). Hal ini karena investor mencerna pidato terbaru dari pejabat-pejabat Federal Reserve.

Presiden Federal Reserve Bank of Boston Eric Rosengren mengatakan bahwa bank sentral harus siap untuk menaikkan suku bunga secara keseluruhan empat kali tahun ini sebagai sikap hati-hati.

Presiden The Fed San Francisco John Williams juga mengatakan pada hari yang sama bahwa rekan-banknya di bank sentral tidak dapat mengesampingkan total lebih dari tiga kenaikan (suku bunga) untuk tahun ini.

Keseluruhan komentar-komentar “hawkish” pejabat-pejabat The Fed itu menguatkan ekspektasi pasar untuk sebanyak empat kali kenaikan suku bunga pada 2017, yang mendukung pergerakan dolar di awal perdagangan.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,36% menjadi 100,070 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan, euro jatuh menjadi USD1,0753 dari USD1,0800 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2421 dari USD1,2444 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7671 dari USD0,7634.

Dolar AS dibeli 111,10 yen Jepang, lebih rendah dari 111,15 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9972 franc Swiss dari 0,9931 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,3334 dolar Kanada dari 1,3382 dolar Kanada.

Sumber : okezone.com