Harga Emas Menguat DItopang Pelemahan Dollar AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa (267/1/2016) waktu setempat (Rabu pagi WIB), seiring dengan melemahnya mata uang Amerika Serikat.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik 14,9 dollar AS, atau 1,35 persen, menjadi 1.120,2 dollar AS per ounce.

Logam mulia mendapat dukungan ketika indeks dollar AS turun 0,12 persen menjadi 99,16 pada pukul 18.00 GMT.

emas dan dollar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dollar menjadi lebih mahal bagi investor.

emas terhambat dari kenaikan lebih lanjut karena indeks Dow Jones Industrial Average AS naik 1,83 persen pada pukul 18.00 GMT.

Para analis mencatat bahwa ketika pasar saham AS melemah, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sementara ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), unit yang menetapkan kebijakan dari Federal Reserve AS, memulai pertemuan dua hari pada Selasa, memberikan dukungan lebih lanjut untuk logam mulia, karena para pedagang berspekulkasi bahwa The Fed akan mengindikasikan kehati-hatian pada peningkatan suku bunga setelah ketidakpastian ekonomi global.

Para pedagang akan secara hati-hati memantau rilis angka Produk Domestik Bruto dari Departemen Perdagangan AS pada Jumat untuk petunjuk tentang kinerja ekonomi Amerika pada kuartal terakhir.

Sementara itu perak untuk pengiriman Maret naik 31 sen, atau 2,17 persen, menjadi 14,564 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 15,4 dollar AS, atau 1,79 persen, menjadi 876,9 dollar AS per ounce.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com