Harga Emas Kembali Melandai

emas-dan-faktanya-19-02-2016-15-52-12PT RIFAN FINANCINDO – Harga Emas turun pada akhir perdagangan Selasa dinihari (15/08), mundur dari level tertinggi dua bulan tertekan penguatan dolar AS dan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Meskipun perayaan Hari Pembebasan Korea Utara pada hari Selasa kemungkinan dapat menaikkan ketegangan lagi.

Harga emas spot LLG turun 0,55 persen menjadi $ 1,281.75 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 7 Juni di level $ 1,291.86 pada sesi sebelumnya.

Harga emas berjangka A.S. untuk pengiriman Desember ditutup pada level $ 1.290.40 per ons.

Di tempat lain, dolar AS naik dari posisi terendah empat bulan pekan lalu terhadap yen, membuat harga emas dalam dolar menjadi mahal untuk investor non-A.S.

Harga konsumen di Amerika Serikat naik kurang dari yang diperkirakan pada bulan Juli, data menunjukkan pada hari Jumat, menunjukkan inflasi lemah yang dapat meyakinkan Federal Reserve yang berhati-hati untuk menunda kenaikan suku bunga A.S. sampai Desember.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga karena mereka meningkatkan biaya kesempatan menahan emas yang tidak menghasilkan. Hedge fund dan money managers meningkatkan posisi net long atau buy mereka di emas COMEX untuk minggu keempat berturut-turut ke level tertinggi dua bulan di minggu ke 8 Agustus, data menunjukkan pada hari Jumat.

Di antara logam mulia lainnya, perak naik 0,04 persen menjadi $ 17,07 per ons, setelah naik pekan lalu ke level tertinggi sejak pertengahan Juni.

Platinum turun 1,16 persen menjadi $ 968,40 setelah mencapai level tertinggi lima bulan pada hari Jumat, sementara paladium naik 0,3 persen menjadi $ 895,22.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas bergerak lemah dengan berlanjutnya penguatan dollar AS. Namun jika ketegangan seputar Korea Utara meningkat dapat kembali mengangkat emas. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 1,280.00-$ 1,278.00, namun jika harga bergerak naik akan menembus kisaran Resistance $ 1,284.00-$ 1,286.00.

Bursa Wall Street Menguat Dengan Meredanya Ketegangan AS-Korea Utara

Bursa Saham A.S. ditutup menguat tajam pada akhir perdagangan Selasa dinihari (15/08) terbantu meredanya ketegangan geopolitik.

Indeks S & P 500 naik 1 persen menjadi ditutup pada 2.465,84, dengan teknologi informasi ditutup pada rekor tertinggi. S & P juga mencatat hari terbaiknya sejak 24 April, ketika naik 1,08 persen.

Indeks Dow Jones naik 135,39 poin menjadi berakhir pada 21.993,71, dengan Goldman Sachs, Apple dan Boeing memberikan kontribusi paling banyak dalam keuntungan.

Indeks Nasdaq mengungguli, naik 1,34 persen menjadi 6.340,23, karena saham Tesla, Amazon dan Facebook semuanya meningkat.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dan Menteri Pertahanan AS James Mattis menyatakan bahwa pemerintahan A.S. saat ini akan terus mengejar resolusi diplomatik dengan Pyongyang. Pada hari Minggu, dua pejabat A.S. menulis dalam sebuah karya tulis yang diterbitkan di Wall Street Journal bahwa “AS tidak memiliki kepentingan dalam perubahan rezim atau percepatan reunifikasi Korea.”

Saham juga terbantu dengan tanda-tanda pertumbuhan global yang sedang meningkat. Perekonomian Jepang mencatat pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari perkiraan pada kuartal kedua, tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 4 persen.

Investor juga mencampakkan aset emas safe haven, karena emas berjangka untuk pengiriman Desember turun $ 3,60 menjadi menetap di $ 1,290.40 per ons setelah mencapai level tertinggi dua bulan minggu lalu.

Malam nanti akan dirilis laporan penjualan ritel A.S. yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street akan bergerak positif jika data retail sales meningkat.

Sumber : vibiznews.com