Emas Jatuh Ditekan Sinyal Kenaikan Fed Rate

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup turun pada Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas jatuh karena para pedagang bersiap untuk kemungkinan kenaikan suku Federal Reserve walaupun mata uang AS dan data AS melemah.

Kontrak emas yang paling aktif untuk permintaan  April turun USD6,2 atau 0,51%, menjadi menetap di USD1.203,20 per ounce.

Para investor terutama fokus pada menyesuaikan posisi mereka di logam mulia, karena harapan untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Mereka percaya Fed akan meevisi suku bunga dari 0,75 ke 1,00 selama pertemuan FOMC Maret.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikan suku bunga dari 0,50 ke setidaknya 0,75 adalah 84% pada pertemuan Maret dan 78% untuk pertemuan Mei, bersama dengan peluang 7,0% kenaikan ke suku bunga 1,0.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih murah bagi investor.

Pedagang sedang menunggu laporan ketenagakerjaan dan laporan indeks kondisi pasar tenaga kerja serta dimulainya pertemuan OMC dan indeks harga produsen.

Perak untuk pengiriman Mei turun 26,2 sen, atau 1,51%, menjadi ditutup pada USD17,036 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun USD12,3 atau 1,30%, menjadi ditutup pada USD937,20 per ounce. ( okezone.com )

Minyak Dunia Tenggelam Terseret Banjir Pasokan AS

Harga minyak dunia turun pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Jatuhnya harga minyak karena investor mengkhawatirkan kelebihan pasokan minyak global setelah persediaan Amerika Serikat meningkat.

Persediaan minyak mentah AS naik 8,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 3 Maret ke rekor 528,4 juta barel, naik 7,7% dari periode sama tahun lalu, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Rabu (8/3/2017).

Para analis mengatakan kenaikan persediaan itu jauh melebihi perkiraan pasar untuk bertambah sekitar dua juta barel dan memperbarui kekhawatiran atas kelebihan pasokan minyak global.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, berkurang satu dolar AS menjadi menetap di USD49,28 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei, turun USD0,92 menjadi ditutup pada USD52,19 per barel di London ICE Futures Exchange.

( okezone.com )