Emas Flat, Referendum Picu Kewaspadaan

Emas bergerak mendatar di sesi AsiaPT RIFAN FINANCINDO – Harga emas tetap stabil di sesi Asia pada hari Senin setelah investor bereaksi hati-hati dalam babak baru kegalauan politik di Italia dan berpotensi terhadap zona euro, menyusul hasil referendum reformasi politik dengan suara bulat menginginkan “Tidak”.

Emas untuk pengiriman Februari diperdagangkan bergerak tipis di sekitar level $1,177.55 per troy ons di divisi Comex Bursa Perdagangan New York. Di tempat lain, perak untuk pengiriman Maret juga sebagian besar mendatar sekitar $16,830 per troy ons, dan tembaga berjangka untuk pengiriman Maret tertekan 0,84% menjadi $2,608 per pon.

Investor memperhatikan tajam pelemahan euro ke level terendah 20 bulan setelah Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengundurkan diri akibat menderita kekalahan yang memalukan dalam referendum untuk mengubah konstitusi negara.

Di tempat lain, Perdana Menteri Selandia Baru John Key mengatakan ia akan mengundurkan diri, sehingga jelas dia tidak akan mengikuti pemilihan untuk jabatan keempat kalinya.

Kemudian pada hari Senin, Inggris Raya akan merilis data aktivitas sektor jasa dan Institute for Supply Management akan melepas PMI non-manufaktur. Presiden Fed New York William Dudley akan berpidato tentang prospek ekonomi makro di New York. Kepala Fed St. Louis James Bullard akan berpidato pada sebuah acara di Arizona.

Pekan lalu, harga emas merangkak naik di hari Jumat, bergerak lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam empat sesi meski dalam laporan pekerjaan AS yang solid dan dolar yang merosot, membantu mendukung permintaan bagi logam mulia.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan Jumat bahwa ekonomi AS menambahkan 178.000 pekerjaan pada bulan November dari bulan sebelumnya, sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi 4,6%, level terendah dalam sembilan tahun.

Para ekonom telah memperkirakan upah nonpertanian naik 175.000 bulan lalu dan tingkat pengangguran tidak berubah pada 4,9%.

Namun, laporan ini juga menunjukkan bahwa rata-rata penghasilan per jam turun 0,1% dari bulan Oktober, sementara itu tingkat pertumbuhan upah tahunan melambat menjadi 2,5% dari 2,8% pada bulan Oktober.

Laporan pekerjaan itu menggarisbawahi kasus Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga AS pada pertemuan 13-14 Desember yang akan datang, tetapi data upah yang lemah menyelimuti prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut di tahun 2017.

Ekspektasi kebijakan moneter yang ketat cenderung membebani emas. Emas berjuang untuk bersaing dengan aset terkait imbal hasil ketika biaya pinjaman meningkat.

Dalam seminggu ke depan, pasar akan mencermati pidato para pejabat Fed dan data aktivitas non-manufaktur dan kepercayaan konsumen AS yang akan memasuki musim liburan. ( id.investing.com )

pt rifan financindo