Harga Emas Berkilau Jelang Perayaan Natal

Ilustrasi Harga Emas (Liputan6.com/Johan Fatzry)RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga emas dunia naik seiring pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) menjelang liburan Natal. Selain itu, pemulihan harga minyak ikut memberikan sentimen kenaikan harga emas pada Jumat (25/12/2015) ini .

Harga emas di pasar Spot naik 0,2 persen menjadi US$ 1.072,70 per ounce, setelah kehilangan 0,7 persen dalam dua sesi terakhir, melansir laman Reuters.

Banyak pusat-pusat keuangan tutup lebih cepat dan meliburkan diri pada hari Jumat untuk liburan Natal. Beberapa bahkan tutup hingga Senin pekan depan.

Harga emas telah susut 9 persen sepanjang tahun ini. Ini menjadi tahun ketiga harga emas melemah sebagian besar karena ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve AS yang naik di bulan ini.

“Kenaikan suku bunga menjadi penentu, ada banyak sentimen negatif. Tapi sekarang hal itu seimbang, di mana harga (emas) mendukung dalam jangka? pendek,” kata analis Warren Kreyszig Julius Baer.

Namun dia menambahkan, saat orang mulai fokus pada kondisi inflasi yang rendah, pertumbuhan ekonomi di AS, akan berdampak lagi pada harga emas yang bisa kembali turun.

Kenaikan suku bunga yang tinggi akan membuat permintaan untuk investasi yang tak memberikan bunga kurang diminati seperti emas.

Bahkan, sebagian besar analis memprediksi harga emas akan berada di bawah US$ 1.000 per ounce pada akhir tahun depan karena suku bunga AS ini.

Nilai tukar dolar tergelincir 0,3 persen terhadap mata uang utama lainnya. Dolar turun dalam empat dari lima sesi perdagangan, setelah data perekonomian AS tercatat mixed baru-baru ini.

Di mana, pesanan baru untuk barang modal manufaktur jatuh pada bulan November dari sebelumnya meningkat di bulan sebelumnya.

Sementara data lain seperti sentimen konsumen naik pada bulan Desember dan Pendapatan perorangan masyarakat AS meningkat pada bulan November.

Ini membuat dolar lebih murah bagi investor asing. Di pasar lain, harga minyak mentah stabil di atas US$ 37 per barel, setelah mencapai posisi terendah sejak awal 2009 pada Senin.

Emas berkorelasi positif dengan minyak sebagai aset yang dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Sementara harga perak naik 0,2 persen menjadi US$ 14,32 per ounce. Sementara paladium naik 1,2 persen menjadi US$ 555,47 dan platinum naik 0,4 persen ke posisi US$ 871,60.(Nrm/Igw)

Sumber : http://bisnis.liputan6.com