Harga Emas Berjangka Naik, Dollar Melemah

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena pelemahan dolar AS memberikan dukungan terhadap logam mulia yang dihargakan dalam dolar AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik USD5,4, atau 0,39 persen, menjadi menetap di USD1.351,9 per ounce.

Emas juga mendapat dukungan karena investor percaya bahwa meskipun bank sentral AS telah membiarkan pintu terbuka untuk kenaikan suku bunga selama tahun ini, angka PDB kuartal kedua membuatnya tidak mungkin untuk menaikkan suku bunga selama tahun ini.

Risalah pertemuan Fed sebelum menyebabkan para pedagang percaya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember.

Harga Emas Berjangka Naik Didorong Pelemahan Dolar AS : Okezone Ekonomi

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah pada 12 persen di pertemuan September 2016, 14 persen pada pertemuan November 2016, dan 38 persen pada pertemuan Desember.

Para analis percaya Fed bermaksud untuk menyerap sekitar USD2,5 triliun dari kelebihan cadangan perbankan karena ekonomi AS mulai pulih.

Bank menjadi lebih berani mengambil risiko dalam ekonomi “bullish”, dan sebagai akibatnya berpotensi melepaskan beberapa cadangan berlebih mereka, membanjiri ekonomi dengan uang tunai, sehingga menyebabkan inflasi.

Karena, harapan untuk kenaikan suku bunga menurun, Indeks Dolar AS juga berada di bawah tekanan seperti sehingga turun 0,5 persen menjadi 95,65 pada pukul 17.00 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Emas mendapat dukungan tambahan ketika Dow Jones Industrial Average AS turun 30 poin atau 0,16 persen pada pukul 17.00 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

Perak untuk pengiriman September bertambah 32 sen, atau 1,61 persen, menjadi ditutup pada 20,17 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD23,2, atau 2,00 persen, menjadi ditutup pada USD1.183,10 per ounce.

 

Sumber : http://ekonomi.metrotvnews.com

RIFAN FINANCINDO