Harga Emas Antam Turun

Hasil gambar untuk EMAS ANTAMRIFANFINANCINDO – Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan awal pekan ini kembali terjatuh setelah pada akhir pekan kemarin tergelincir. Pelemahan harga emas Antam ini terjadi saat emas dunia stabil alias stagnan.

Seperti dikutip dari Logammulia.com, Senin (10/7/2017) harga jual emas Antam turun Rp3.000 menjadi Rp589.000/gram dari sebelumnya Rp592.000/gram. Harga buyback juga berkurang ke posisi Rp520.000 per gram dari sebelumnya Rp522.000 per gram.

Harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.138.000 dengan harga per gram Rp569.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.689.000 dengan harga per gram Rp563.000. Sedangkan harga emas 4 gram senilai Rp2.240.000 dengan harga per gram Rp560.000.

Emas ukuran 5 gram sebesar Rp2.800.000 dengan harga per gram Rp560.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.525.000 dengan harga per gram Rp552.500. Harga emas 25 gram Rp13.675.000 dengan harga per gram Rp547.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp27.200.000 dengan harga per gram Rp544.000.

Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp54.225.000 dengan harga per gram Rp542.250. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp135.175.000, dengan harga per gram Rp543.700 dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp269.975.000 dengan harga per gram Rp539.950.

Dan harga emas Antam di Pulogadung dijual turun ke posisi Rp582.000 per gram dan harga buyback menjadi Rp522.000/gram dari sebelumnya Rp524.000 per gram. Harga emas Antam di Jakarta II berada di level Rp592.00 per gram dan buyback menjadi Rp522.000/gram.

Seperti dilansir Reuters hari ini, Harga emas dunia bertahan stabil pada Senin pagi ini, melayang di sekitar posisi terendah dalam empat bulan setelah data pekerjaan AS AS mengindikasikan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan pendiriannya dalam pengetatan moneter.

Harga emas di pasar spot hampir flat di level USD1.213,16 per ons pada pukul 00.51 GMT. Harga emas turun lebih dari 2% pada pekan lalu dan menyentuh level terendah sejak 15 Maret pada Jumat kemarin. Sementara, harga emas AS untuk pengiriman Agustus naik 0,3% menjadi USD1.212,80 per ons.

Waspadai Pelemahan Lanjutan pada Rupiah

Belum adanya sentimen positif membuat laju rupiah hari ini masih rentan untuk kembali terjadinya pelemahan lanjutan. Terkecuali, pergerakan sejumlah mata uang Asia dapat kompak menguat yang dibarengi penurunan imbal hasil obligasi global yang kemungkinan dapat memberikan harapan pada rupiah untuk terjadinya pembalikan arah.

“Jika tidak, maka tetap cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat membuka peluang pelemahan kembali dari rupiah,” ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin (10/7/2017).

Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.442/USD dan resisten Rp13.369/USD.

Sementara, meski laju USD melemah namun, di sisi lain pergerakan dari rupiah juga masih dalam teritori negatif. Belum adanya sinyal yang positif signifikan untuk mengangkat rupiah membuat pergerakannya cenderung melemah.

Kekhawatiran pasar terhadap makin melebarnya defisit anggaran memunculkan persepsi negatif pada rupiah. Dalam nota keuangan yang disampaikan pemerintah kepada DPR, pemerintah mematok defisit anggaran dalam RAPBN-P sebesar Rp397,2 triliun atau 2,92% dari PDB.

Pada APBN 2017, defisit ditargetkan 2,41% dari PDB. Dengan melebarnya defisit, pemerintah dipastikan akan menambah utang pada tahun ini.

“Dengan hitungan defisit baru, surat utang yang akan diterbitkan pemerintah bisa mencapai Rp433 triliun sampai Rp467,3 triliun, lebih tinggi Rp33 triliun-Rp67,3 triliun dibanding target yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2017 sebesar Rp400 triliun dengan asumsi ada penghematan alamiah,” tutur dia. ( okezone.com )