Harga Emas Antam Tergelincir

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini terpeleset, ketika emas dunia balik menguat. Tercatat emas dunia bergerak naik setelah sempat tertekan dalam sesi sebelumnya.

Dilansir dari situs Logammulia.com, Jumat (16/9/2016) harga jual emas di Gedung Antam turun tipis sebesar Rp1.000 menjadi Rp614.000/gram dibanding kemarin Rp615.000/gram. Sementara, harga buyback emas Antam juga merosot ke level Rp552.000/gram dari sebelumnya Rp553.000/gram.

Harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.188.000 dengan harga per gram Rp594.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.764.000 dengan harga per gram Rp588.000. Harga emas 4 gram senilai Rp2.340.000 dengan harga per gram Rp585.000.

Emas ukuran 5 gram sebesar Rp2.925.000 dengan harga per gram Rp585.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.775.000 dengan harga per gram Rp577.500. Harga emas 25 gram Rp14.300.000? dengan harga per gram Rp572.000.

Harga emas 50 gram sebesar Rp28.450.000, dengan harga per gram Rp569.000. Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp56.725.000, dengan harga per gram Rp567.250. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp141.425.000, dengan harga per gram Rp565.700, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp282.475.000 dengan harga per gram Rp564.950.

Penurunan juga terjadi pada harga emas di Pulogadung menjadi Rp604.000/gram dari sebelumnya Rp605.000/gram, sedangkan harga emas di Sarinah juga melemah menjadi Rp614.000/gram dibandingkan akhir pekan kemarin Rp615.000/gram.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (16/9/2016) harga emas rebound pada awal perdagangan akhir pekan ini, ketika sesi sebelumnya mendekati posisi terendah dalam dua pekan. Hal ini imbas dari data ekonomi AS yang mengecewakan untuk mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga acuan AS.

Meski begitu logam masih bergerak cenderung membaik saat harga emas spot naik 0,2% ke level USD1.316,30 per ons oleh 00.52 GMT, namun berada di jalur keuntungan selama satu pekan hampir meningkat 1%. Sedangkan emas berjangka AS melompat 0,1% menjadi USD1.319,80 per ons. ( http://ekbis.sindonews.com )

Rupiah Akhir Pekan Dibuka Berangsur Pulih Saat USD Tertekan

Sementara itu, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan sedikit demi sedikit mulai menanjak naik, untuk meneruskan bertahan di jalur positif. Kondisi ini terjadi saat USD merosot dipengaruhi meredanya spekulasi kenaikan suku bunga acuan AS.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka membaik di level Rp13.131/USD. Posisi ini tercatat menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.190/USD.

Menurut data Yahoo Finance, rupiah dibuka berada di level Rp13.170/USD dengan kisaran harian Rp13.075-Rp13.170/USD atau berangsur pulih dari posisi kemarin di level Rp13.170/USD. Bahkan pada pukul 10.10 WIB bergerak terus menanjak ke level Rp13.105/USD.

Pada data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pagi ini menunjukkan perbaikan dengan berada di posisi Rp13.102/USD atau jauh menguat dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.195/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada pembukaan hari ini berada pada level Rp13.145/USD atau naik dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.175/USD. Hari ini mata uang Garuda bergerak di kisaran harian Rp13.110-Rp13.158/USD.

Dilansir Reuters, Jumat (16/9/2016) USD merosot di akhir pekan setelah data ekonomi AS mengurangi potensi kenaikan suku bunga AS pekan. Sementara harga komoditas berakhir lebih tinggi didukung dolar Australia dan Kanada.

Di sisi lain euro tercatat mengalami kenaikan 0,1% terhadap USD menjadi 1.1248, untuk menjauh dari posisi terendah. Pergerakan mata uang terlihat sangat terbatas pekan ini, ketika investor masih wait and see jelang pertemuan The Fed pada 20-21 September, mendatang.

Sementara USD turun 0,1% ke level 101.935 melawan yen, setelah kehilangan 0,3% dalam sesi sebelumnya. Kondisi ini membuat mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- berada pada jalur negatif dengan kerugian sekitar 0,8% selama sepekan.

Di tempat lain, dolar Australia cenderung stabil pada level 0.7513 terhadap USD diikuti pergerakan mendatar dolar Kanada pada posisi 1.3161 melawan USD. Meski begitu ini masih berada dalam tren penurunan dalam tujuh pekan terakhir.

Sumber : http://ekbis.sindonews.com

PT RIFAN FINANCINDO