Harga Emas Antam Menguat

ilustrasi-harga-emas-naikRIFAN FINANCINDO – Harga jual emas PT AnTam berada di posisi Rp762 ribu per gram pada Kamis (3/10). Posisi ini menguat Rp7.000 dari Rp755 ribu per gram pada Rabu (2/10). Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) yang meroket Rp9.000 dari Rp676 ribu menjadi Rp685 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp402 ribu, 2 gram Rp1,45 juta, 3 gram Rp2,16 juta, 5 gram Rp3,59 juta, 10 gram Rp7,12 juta, 25 gram Rp17,7 juta, dan 50 gram Rp35,33 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp70,6 juta, 250 gram Rp177,75 juta, 500 gram Rp352,3 juta, dan 1 kilogram Rp704,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.506,9 per troy ons atau melemah tipis 0,07 persen. Sedangkan harga emas di perdagangan spot menguat 0,08 persen ke US$1.500,67 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas di pasar internasional akan menguat pada hari ini. Ia memperkirakan harga emas bergerak di kisaran US$1.485 per troy ons sampai US$1.512 per troy ons.

Menurutnya, penguatan harga emas datang dari rilis data non farm payrolls Amerika Serikat yang dikeluarkan oleh lembaga swasta. Dalam rilis tersebut, jumlah lapangan kerja yang tercipta hanya sekitar 135 ribu pekerjaan pada September 2019.

Realisasi itu lebih rendah dari ekspektasi pasar yang mencapai kisaran 140 ribu pekerjaan. Selain itu, data bulan sebelumnya juga direvisi dari 195 ribu menjadi 157 ribu pekerjaan.

“Dolar AS jadi melemah dan memunculkan kekhawatiran perlambatan ekonomi, sehingga harga emas naik,” ucap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Lebih lanjut, menurutnya, penguatan harga emas juga berasal dari rilis indeks non manufaktur bulan September 2019 pada malam nanti. Begitu pula dengan data non farm payrolls versi pemerintah pada Jumat (4/10) besok.

“Bila data nya lebih bagus dari ekspektasi bisa menahan penguatan emas dan sebaliknya,” pungkasnya.

 

Sumber : cnnindonesia

Leave a Reply