Harga Emas Antam Hari Ini Mendatar

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini stabil atau tidak bergerak dari posisi kemarin. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan harga emas dunia.

Seperti dikutip dari laman Logammulia.com, Kamis (23/2/2017), harga jual emas Antam masih tetap berada di level Rp601.000/gram atau sama dari posisi kemarin dan dan buyback juga masih tetap di level Rp527.000/gram.

Harga emas Antam ukuran 2 gram dilabeli Rp1.162.000 dengan harga per gram Rp581.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.725.000 dengan harga per gram Rp575.000. Sedangkan harga emas 4 gram senilai Rp2.288.000 dengan harga tiap gram Rp572.000.

Emas ukuran 5 gram sebesar Rp2.860.000 dengan harga per gram Rp572.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.645.000 dengan harga per gram Rp564.500. Harga emas 25 gram Rp13.975.000 dengan harga per gram Rp559.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp27.800.000, dengan harga per gram Rp556.000.

Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp55.425.000, dengan harga per gram Rp554.250. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp138.175.000, dengan harga per gram Rp552.700, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp275.975.000 dengan harga per gram Rp551.950.

Harga jual emas Antam di Pulogadung juga tidak bergerak di posisi Rp591.000/gram, begitu juga dengan harga buyback tetap di level Rp527.000/gram. Sementara, harga emas di Jakarta II masih di level Rp601.000/gram dengan buyback masih di level Rp527.000/gram.

Seperti dikutip dari Reuters hari ini, harga emas tetap stabil karena USD menguat menyusul kerugian semalam setelah rilis dari pertemuan Federal Reserve AS terakhir, yang menunjukkan pendekatan hati-hati untuk menaikkan suku bunga.

Harga emas di pasar spot emas telah merayap turun 0,1% menjadi USD1.236,30 per ons pada pukul 01.09 GMT, sementara harga emas AS naik 0,4% menjadi USD1.237,6 per ons.

Harga Minyak Turun Imbas Kekhawatiran Lonjakan Pasokan AS

Harga minyak dunia turun lebih dari 1% terimbas adanya ekspektasi lonjakan di persediaan minyak AS, melemah dari posisi tertinggi dalam beberap pekan di sesi sebelumnya setelah OPEC mengisyaratkan optimisme atas kesepakatan dengan produsen lain untuk mengekang produksi.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/2/2017), harga mnyak Brent berakhir turun 82 sen atau 1,5% lebih rendah menjadi USD55,84 per barel, setelah menyentuh level tertinggi sejak 2 Februari di posisi USD57,31 per barel pada sesi sebelumnya.

Sementara, harga minyak mentah AS West Texas Intermediate untuk kontrak April turun 74 sen atau 1,4% lebih rendah ke level USD53,59 per barel.

Dalam perdagangan pasca-penyelesaian, harga dikupas kerugian tajam setelah data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan penurunan mengejutkan dalam stok minyak mentah AS pekan lalu karena impor merosot.

Persediaan minyak mentah AS turun 884.000 barel dalam pekan sampai 17 Februari, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 3,5 juta barel. Sebelum pekan lalu, stok minyak mentah telah meningkat selama enam pekan berturut-turut.

Data resmi dari AS Departemen Administrasi Informasi Energi Energi (EIA) dijadwalkan pada 11:00 EST (16.00 GMT) pada Kamis, tertunda oleh hari libur pada Senin. Kedua kontrak mengalami kerugian perdagangan sekitar 0,8% lebih rendah.

Meskipun persediaan membengkak, analis dan pedagang sebagian besar optimistis tentang keberlanjutan kenaikan selama empat sesi terakhir. “Kami telah melihat peningkatan yang cukup signifikan dalam stok minyak mentah sejak awal tahun dan pasar belum mampu mempertahankan daya apung relatif,” kata Andrew Lebow, partner senior di Commodity Research Group di Darien, Connecticut.

“Saya pikir sentimen yang mendasari bullish, apa yang menjadi kunci untuk pasar Anda telah melihat pengetatan menyebar, terutama di depan,” imbuhnya.

Pada Selasa, kata Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo, kelompok dan produsen lainnya termasuk Rusia akan meningkatkan kepatuhan dengan hasil yang disepakati dalam upaya untuk meningkatkan harga.

Produsen minyak non-OPEC yang bergabung dengan kesepakatan OPEC telah disampaikan setidaknya 60% dari pembatasan berjanji sejauh ini, sumber OPEC mengatakan kemarin, lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Goldman Sachs menegaskan prospek untuk pemulihan harga minyak pada kuartal kedua, di mana WTI naik ke menjadi USD57,50 per barel dan Brent menjadi USD59 per barel sebelum menurun masing-masing menjadi USD55 per barel dan USD57 per barel untuk sisa tahun ini.

Sumber : sindonews.com

PT RIFAN FINANCINDO