Harga Emas Antam Akhirnya Naik

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini akhirnya mengalami kenaikan setelah beberapa hari terakhir tidak bergerak alias stagnan. Kondisi emas Antam ini di tengah mendatarnya harga emas dunia.

Seperti diberitakan oleh Logammulia.com, Rabu (1/2/2017) harga jual emas Antam berada di level Rp597.000/gram atau naik Rp4.000/gram dari posisi sebelumnya di level Rp593.000/gram. Sementara, harga buyback emas Antam juga melonjak naik sebesar Rp5.000/gram menjadi Rp517.000/gram dari sebelumnya 512.000/gram.

Harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.156.000 dengan harga per gram Rp577.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.713.000 dengan harga per gram Rp571.000. Sedangkan harga emas 4 gram senilai Rp2.272.000 dengan harga per gram Rp568.000.

Emas ukuran 5 gram sebesar Rp2.840.000 dengan harga per gram Rp568.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.605.000 dengan harga per gram Rp560.500. Harga emas 25 gram Rp13.875.000 dengan harga per gram Rp555.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp27.600.000, dengan harga per gram Rp552.000.

Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp55.025.000, dengan harga per gram Rp550.250. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp137.175.000, dengan harga per gram Rp548.700, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp273.975.000 dengan harga per gram Rp547.950.

Harga emas Antam di Pulogadung juga naik menjadi Rp587.000/gram dari sebelumnya Rp583.000/gram dan buyback naik ke level Rp517.000/gram. Sementara, harga emas di Jakarta II juga tercatat naik menjadi Rp597.000 per gram dan buyback naik menjadi Rp517.000 per gram.

Seperti dikutip dari Reuters, harga emas dunia stabil hari ini setelah mencapai level tinggi dalam satu minggu di sesi sebelumnya, karena para pedagang mengamati keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed), yang diharapkan untuk menjaga kebijakan.

Harga emas di pasar spot sedikit berubah di level USD1.210,79 per ons pada pukul 00.54 GMT. Harga emas AS hanya naik tipis 0,1% menjadi USD1.209,70 per ons.

Meski demikian, harga emas di pasar spot naik lebih dari 5% selama Januari 2017 dan menjadi bulan terbaik sejak Juni 2016. ( sindonews.com )

Indeks S&P Jatuh Lagi untuk Hari Keempat Berturut-turut

Indeks S&P 500 jatuh lagi untuk sesi keempat berturut-turut, terimbas sektor sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi di tengah pendapatan emiten yang mengecewakan dan keprihatinan atas prioritas pemerintahan Donald Trump.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (1/2/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 107,04 poin atau 0,54% ke level 19.864,09, Indeks S&P 500 kehilangan 2,03 poin atau 0,09% ke level 2.278,87 dan Nasdaq Composite naik 1,07 poin atau 0,02% ke level 5.614,79.

Sektor teknologi dan keuangan merupakan sektor yang membebani paling berat pada Indeks S&P 500, sementara sektor kesehatan membantu mengurangi kerugian dan indeks ditutup jauh dari sesi rendah.

Indeks NYSE Arca Farmasi naik 1,3%, Indeks itu tidak berubah dari 8 November tahun lalu saat pemilihan penutupan Senin, setelah naik lebih dari 6% pada satu titik. Namun, beberapa khawatir bahwa fokus Trump tidak pada isu-isu yang memicu kenaikan pasar setelah terpilih, seperti reformasi pajak dan stimulus fiskal.

Indeks S&P 500 membukukan penurunan keempat berturut-turut, beruntun terpanjang sejak sebelum pemilu. Namun, tiga indeks berakhir lebih tinggi, dengan kenaikan 4,3% pada Nasdaq yang terbesar sejak Juli.

Perusahaan pengiriman paket UPS (UPS.N) turun 6,8% menjadi USD109,13, dan paling berat pada sektor industri, setelah membukukan kerugian kuartalan dan mengeluarkan setahun penuh dari perkiraan laba yang meleset dari harapan.

Sektor Industrials yang decliners terbesar hari ini di antara sektor S&P 500 sektor. Saham Under Armour (UA.N) kehilangan hampir seperempat dari nilai pasar, turun 23,4% menjadi USD19,22.  ( Sindonews.com )

RifanFinancindo