Harga CPO Menguat

sawitRIFAN FINANCINDO – Harga komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatif (BMD) menguat siang ini. Kenaikan harga kontrak minyak mentah usai anjlok 2 hari lalu menjadi sentimen positif untuk harga CPO.

Kamis (23/4/2020), harga CPO kontrak pengiriman Juli 2020 naik 1,1% ke level RM 2.098/ton. Namun dalam sebulan terakhir harga CPO anjlok 8,3%. Pemicunya adalah merebaknya pandemi corona (Covid-19) di berbagai negara.

Pandemi Covid-19 membuat berbagai negara di dunia menerapkan strategi karantina wilayah untuk menekan laju pertumbuhan kasus. Namun karantina wilayah atau yang sering disebut lockdown juga menimbulkan konsekuensi lain dari sisi ekonomi.

Lockdown membuat miliaran orang di planet bumi harus berdiam diri di rumah dalam waktu yang cukup lama. Imbasnya sektor transportasi terpuruk dan restoran menjadi sepi pengunjung. Hal ini memicu konsumsi bahan bakar dan minyak untuk makanan jadi anjlok.

India dengan populasi lebih dari 1,3 miliar orang juga menerapkan strategi yang sama. Lockdown di India telah memicu konsumsi minyak nabati di negara tersebut turun. Hal ini tentu menjadi ancaman untuk permintaan terhadap minyak sawit mengingat India adalah pembeli minyak nabati terbesar di dunia.

Harga CPO juga anjlok signifikan dua hari lalu saat harga kontrak minyak WTI pengiriman Mei yang berakhir 21 April ambrol hingga memasuki wilayah minus. Kejatuhan harga minyak jadi sentimen buruk untuk harga CPO lantaran minyak sawit adalah bahan baku biodiesel produk substitusi minyak.

Seiring dengan membaiknya sentimen, harga minyak naik dan ini memicu harga aset-aset berisiko lain juga naik. Mulai merangkak naiknya harga minyak menjadi angin segar untuk harga CPO. Pada pagi tadi harga kontrak WTI pengiriman Juni naik 2% lebih dan diperdagangkan di US$ 14/barel.

Memasuki periode setelah Maret biasanya produksi minyak sawit akan meningkat di Malaysia. Asosiasi Minyak Sawit Malaysia memperkirakan produksi minyak sawit untuk periode 1-20 April naik 25,9%, melansir Reuters..

Potensi peningkatan output di tengah ancaman pelemahan permintaan tentu bukan kabar yang baik sehingga penguatan harga CPO menjadi terbatas.

 

Sumber : cnbcindonesia