Harapan Produksi Berkurang Pupus, Harga Minyak Jatuh

Harapan Produksi Berkurang Pupus, Harga Minyak JatuhRIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) dan Brent anjlok pada perdagangan Selasa waktu setempat.

Dilansir CNBC, Rabu 24 Februari 2016, jatuhnya harga minyak setelah adanya pernyataan Menteri Perminyakan Saudi, Ali al-Naimi, yang mengatakan akan mengesampingkan pemangkasan jumlah produksi minyak.
Eksportir minyak besar, seperti Arab Saudi dan Rusia, pada Januari lalu mengusulkan untuk mengurangi jumlah produksi minyak, di mana pasokan minyak di pasar global saat ini ada di rekor tertinggi, hanya jika produsen lain juga melakukan hal yang sama.
Perundingan selanjutnya untuk memangkas produksi minyak kembali akan dilakukan pada Maret. al-Naimi mengatakan, dia berharap negara-negara produsen kembali menghitung terkait usulan pemangkasan jumlah produksi minyak.
Sebagian besar analis berpendapat, hanya pemangkasan jumlah produksi minyak yang bisa menyeimbangkan antara permintaan dan pasokan minyak di pasar global saat ini.
Iran, yang sekarang bebas dari embargo ekonomi negara-negara Barat juga menyatakan hal yang sama dengan Saudi. Menteri Minyak Iran mengatakan, pembekuan jumlah produksi minyak itu ‘menggelikan’, karena memungkinkan Iran tidak mendapatkan kembali pangsa pasar produksinya.
Minyak berjangka AS alias WTI ditutup pada level US$31,87 per barel, atau turun US$1,52 (4,55 persen) dibanding perdagangan sebelumnya.
Harga minyak mentah jenis Brent, turun US$1,44 (4,18 persen) ke posisi US$33,24 per barel. (asp)
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id