Gerak Rupiah Masih Bayangi IHSG

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melemah pada perdagangan saham awal pekan ini. Hal itu akan dipengaruhi sentimen nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan IHSG bergerak menjebol support. Hal itu membuat pola kenaikan IHSG sedikit tertunda. Pergerakan IHSG sementara akan menguji support berikutnya di level 4.161 sedangkan level resistance di 4.302.

“Level resistance terdekat yang wajib digapai untuk mengembalikan pola kenaikan IHSG,” ujar William dalam ulasannya, Senin (28/9/2015).

Sementara itu, Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee menuturkan IHSG masih berpeluang melanjutkan pelemahan dengan support 4.163-4.076 dan resistance 4.251-4.308. Laju IHSG akan dipengaruhi dari sentimen rupiah. Posisi kurs tengah Bank Indonesia (BI) tercatat 14.690 per dolar AS pada Jumat 25 September 2015 dari posisi Kamis 24 September 2015 di kisaran 14.623 per dolar AS.

“Dari dalam negeri sentimen mempengaruhi IHSG dari nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Bila rupiah masih melemah IHSG akan negatif,” ujar Hans.

Sedangkan dari sentimen positif datang dari data pertumbuhan ekonomi AS dan bursa saham global pada pekan lalu. Pelaku pasar akan cenderung fokus memperhatikan pernyataan para pejabat bank sentral Amerika Serikat.

Untuk rekomendasi saham, Hans menuturkan spekulasi beli saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).Sedangkan William memilih saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), WIKA, dan PT Astra International Tbk (ASII) untuk dicermati pelaku pasar.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat 25 September 2015, IHSG melemah 34,98 poin (0,82 persen) ke level 4.209,43. Indeks saham LQ45 turun 1,2 persen ke level 699,37. (Ahm/Igw)

Sumber : http://bisnis.liputan6.com