Fosil Dinosaurus Sedang Erami Telurnya

604874f391fbaRIFAN FINANCINDO – Dinosaurus oviraptorosaurus, kelompok dinosaurus theropoda mirip burung yang hidup selama Periode Kapur ditemukan memfosil dengan posisi yang tak biasa.

Dinosaurus yang ditemukan di Kota Ganzhou di Provinsi Jiangxi, Tiongkok selatan itu tengah mengerami telur-telurnya di dalam sarangnya.

Temuan tersebut pun menjadi yang pertama di dunia.

“Dinosaurus yang terawetkan di sarangnya itu jarang ditemukan, begitu pula embrio fosil. Ini adalah pertama kalinya dinosaurus non-unggas ditemukan, duduk di sarang dan mengerami telurnya. Satu spesimen yang spektakuler,” jelas Dr. Shundong Dua, peneliti dalam studi seperti dikutip dari Phys, Rabu (10/3/2021).

Fosil berusia sekitar 70 juta tersebut terdiri dari kerangka tak lengkap oviraptorosaurus dewasa.

Dinosaurus itu berjongkok dengan posisi mengerami seperti burung. Di bawahnya terdapat setidaknya 24 telur.

Menariknya, setidaknya tujuh dari telur tersebut berhasil mengawetkan tulang atau kerangka parsial dari embrio oviraptorosaurus yang belum menetas.

Sebelumnya, beberapa oviraptorosaurus dewasa telah ditemukan di sarang telur mereka, tapi tak ada embrio yang pernah ditemukan di dalam telur-telur itu.

“Penemuan semacam ini paling langka di antara temuan dinosaurus yang lainnya,” kata peneliti.

Pada spesimen baru yang ditemukan ini, telur-telur tersebut juga hampir siap untuk menetas. Hal itu menunjukkan jika oviraptorosaurus telah bertelur dan berada di sarangnya dalam waktu yang cukup lama.

Selain itu, temuan menunjukkan jika oviraptorosaurus merupakan induk penuh perhatian dan mau berkorban memberikan nyawanya sambil mengasuh bayi-bayinya.

Beberapa temuan lain juga didapatkan peneliti. Tim melakukan analisis isotop oksigen yang mengungkapkan bahwa telur diinkubasi pada suhu tinggi layaknya burung, mendukung hipotesis kalau oviraptorosaurus dewasa mati saat mengerami.

Selanjutnya, peneliti juga menemukan meski embrio berkembang dengan baik, beberapa telur tampak lebih matang daripada yang lain sehingga menetas pada waktu yang sedikit berbeda.

Karakteristik tersebut dikenal sebagai penetasan asinkron. Model penetasan itu nampaknya telah berevolusi secara independen pada oviraptorosaurus dan beberapa burung modern.

Satu temuan menarik lainnya dari spesimen adalah oviraptorosaurus dewasa, yang menyimpan sekumpulan kerikil di daerah perutnya.

Ini hampir pasti merupakan gastrolith atau batu perut, batu yang sengaja ditelan untuk membantu dinosaurus mencerna makanannya.

Temuan itu juga merupakan kali pertama diketahui oleh para peneliti, sehingga memberikan wawasan baru mengenai makanan hewan tersebut.

“Sungguh luar biasa mengetahui berapa banyak informasi biologis yang didapatkan hanya dalam satu fosil ini. Kita akan belajar dari spesimen ini selama bertahun-tahun yang akan datang,” tambah peneliti.

 

Sumber : kompas