First Asia Capital: IHSG Dibayangi Pelemahan Rupiah

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Perdagangan saham kemarin didominasi aksi ambil untung pemodal, menyusul minimnya insentif positif di tengah harga saham sektoral yang sudah relatif tinggi, dan pelemahan rupiah atas dolar AS yang mendekati Rp 13.000. IHSG ditutup terkoreksi 26,560 poin (0,48%) di 5.448,059.

Koreksi IHSG kemarin terutama dipicu aksi jual di sejumlah saham unggulan, terutama yang bergerak di sektor infrastruktur dan aneka industri. Sedangkan aksi beli lebih banyak menyasar saham lapis dua, terutama yang bergerak di sektor konsumsi.
imagesSementara pasar saham global bergerak bervariasi. Pasar saham di Zona Euro ditutup di teritori positif. Indeks Eurostoxx naik 0,97%. Penguatan ini mengantisipasi pertemuan ECB pada Kamis pekan ini.

Sedangkan di Wall Street, indeks DJIA dan S&P kembali melanjutkan koreksi untuk dua sesi perdagangan berturut-turut. Indeks DJIA dan S&P masing-masing terkoreksi 0,58% dan 0,44% tutup di 18.096,90 dan 2.098,53.

Koreksi ini lebih pada aksi ambil untung lanjutan, menyusul angka tenaga kerja sektor swasta yang tumbuh melambat Februari lalu. Berdasarkan data ADP Private Payrolls, penambahan angkatan kerja Februari sebanyak 212 ribu lebih kecil dari Januari yang mencapai 250 ribu.

Data ADP Payrolls sebagai indikasi awal data tenaga kerja AS yang akan keluar akhir pekan ini. Sedangkan harga minyak mentah tadi malam di AS menguat 2,6% di US$ 51,82/barel setelah The Fed, mengutip beige book report, menyatakan aktivitas ekonomi di banyak kawasan di AS dan sektor industri menunjukkan kelanjutan pertumbuhan. Pada perdagangan kamis ini, potensi koreksi jangka pendek masih berpeluang terjadi, meskipun kemudian akan cenderung dimanfaatkan melakukan pembelian terutama di sejumlah saham unggulan.

Pergerakan IHSG akan dibayangi dengan pergerakan rupiah atas dolar AS yang cenderung melemah. Di tengah banyak harga saham sektoral terutama lapis pertama yang sudah tinggi, pasar akan lebih banyak menyasar saham-saham lapis dua memanfaatkan sejumlah isu individualm terutama antisipasi rilis laba 2014.

Kenaikan harga minyak mentah akan memberikan sentimen temporer atas saham berbasiskan komoditas. IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 5.425 hingga 5.475.