Fed akhiri siklus kenaikan suku bunga

20161103federal-reserve-002as2RIFAN FINANCINDO – Federal Reserve AS atau bank sentral AS diperkirakan akan mengakhiri siklus kenaikan suku bunga setelah satu kenaikan lagi tahun ini, menurut survei Bloomberg terhadap para ekonom yang dirilis pada Minggu (17/3).

Rata-rata tanggapan dalam jajak pendapat Bloomberg 13-15 Maret memperkirakan kenaikan suku bunga satu kali oleh The Fed pada September, dengan ujung atas kisaran target untuk suku bunga federal fund menyentuh 2,75 persen.

Para ekonom mengatakan kemungkinan itu akan menandai puncak dari siklus kenaikan suku bunga, dibandingkan dengan puncak 3,25 persen yang mereka perkirakan tiga bulan lalu, kata survei tersebut.

Para ekonom juga memperkirakan bahwa para pejabat The Fed akan menurunkan proyeksi mereka sendiri untuk jalur tingkat suku bunga federal fund selama tiga tahun mendatang, menghapus satu proyeksi sebelumnya, ketika mereka berkumpul di Washington pada 19-20 Maret untuk mengadakan pertemuan kebijakan reguler.

Tak satu pun dari 32 ekonom mengantisipasi kenaikan suku bunga minggu depan, karena para pejabat The Fed telah berulang kali mengisyaratkan mereka puas membiarkan suku bunga tidak berubah bulan ini, menurut survei.

Bersaksi di hadapan Komite Perbankan Senat awal bulan ini, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan The Fed akan “mengambil pendekatan yang sabar” sehubungan dengan perubahan kebijakan di masa depan, memperingatkan tentang “beberapa arus lintas dan sinyal yang saling bertentangan” terlihat selama beberapa bulan terakhir.

Keputusan kebijakan akan terus menjadi “tergantung data” dan akan mempertimbangkan informasi baru tentang kondisi-kondisi ekonomi dan prospek yang berkembang, katanya.

Setelah menaikkan suku bunga empat kali pada 2018, bank sentral membiarkan suku bunga tidak berubah setelah mengakhiri pertemuan kebijakan pada Januari. Kisaran target suku bunga federal fund saat ini adalah 2,25 persen hingga 2,50 persen.

 

Sumber : www.antaranews.com