Euro Naik untuk Hari Ketiga seiring Draghi Bergabung Kuroda di Stimulus Limbo

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Euro menguat untuk hari ketiga terhadap dolar setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi menyarankan stimulus lebih lanjut mungkin tidak diperlukan bila pembuat kebijakan bertemu pada bulan Desember.

Indeks dolar turun sebelum data payrolls AS pekan ini yang akan membantu menentukan apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini. Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda dan rekan-rekannya menahan diri dari meningkatkan stimulus saat mereka bertemu pekan lalu. Dolar Australia dan Selandia Baru menghapus penurunan sebelumnya setelah indeks industri manufaktur China meningkat pada bulan Oktober.

Euro naik 0,2 persen ke level $ 1,1032 per euro pada pukul 11:47 siang waktu Tokyo setelah naik 0,8 persen selama dua sesi sebelumnya. Mata uang bersama sedikit berubah pada level 132,83 ?. Dolar turun 0,2 persen ke level 120,40 ?. Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,2 persen.

Kepala ECB pada konferensi pers di Malta pada 22 Oktober mengatakan Dewan Pengurus akan memeriksa kembali kebijakan stimulus saat ini, termasuk dalam hal ukuran, durasi dan komposisi program pelonggaran kuantitatifnya saat bertemu pada 3Desember. Rekan AS nya, Janet Yellen, dan pembuat kebijakan mengisyaratkan pekan lalu mereka tetap siap untuk menaikkan suku bunga mereka sesegera mungkin pada Desember. (sdm)

Sumber: Bloomberg