Euro Melemah Usai Referendum Catalonia

euro-to-dollar-exchange-rate-1RIFANFINANCINDO – Nilai tukar euro terhantam di pasar uang Asia pada Senin (2/10) karena investor mencermati proses pemilihan independen di Catalonia yang ingin keluar dari Spanyol. Dikutip dari Reuters, pelemahan euro terjadi meskipun terdapat berita penguatan ekonomi dari China dan Jepang yang mampu memberikan dorongan terhadap pasar modal dan komoditas.

Nilai tukar euro turun 0,3 persen dan diperdagangkan pada level US$1,1773 per euro setelah pemungutan suara yang diwarnai kericuhan tersebut. Sementara likuiditas di pasar Asia berkurang karena libur China dan Korea Selatan.

Polisi Spanyol menggunakan pentungan dan peluru karet untuk menggagalkan pemilihan kemerdekaan di Catalonia pada Minggu (1/10) dalam sebuah unjuk rasa yang menyebabkan ratusan orang cedera. Hal itu memberikan Pemerintah Spanyol tantangan besar untuk menenangkan ketegangan di wilayah tersebut.

Situasi di Negeri Matador itu terpantau kurang terkontrol, karena kepala pemerintah daerah Catalonia membuka pintu menuju deklarasi kemerdekaan yang potensial dari Spanyol.

Di sisi lain, pelaku pasar uang menyatakan tidak ada penjualan besar dari mata uang euro serta tidak ada aliran ke produk keuangan safe haven, karena investor menanti keputusan referendum.

Akibatnya, dolar AS menguat pada yen Jepang di angka 112,88 per mata uang Negeri Paman Sam itu dan naik 0,3 persen pada sekeranjang mata uang di level 93,381. Sementara harga emas turun sebagai respons di level US$1.275,06 per ounce.

Kenaikan dolar AS dinilai terbantu oleh spekulasi Presiden Donald Trump yang mungkin memilih mantan Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh untuk kembali memimpin bank sentral.

Kebijakan Warsh dianggap lebih agresif dari Gubernur Federal Reserve saat ini, Janet Yellen, sehingga pengangkatannya bisa menyebabkan kenaikan suku bunga lebih cepat.

Bursa Saham Asia

Sementara pergerakan saham di Asia jauh lebih baik daripada kinerja surat utang (obligasi) setelah data ekonomi China, Jepang dan Korea Selatan meningkat dengan baik untuk kenaikan yang berkelanjutan dalam pertumbuhan global.

Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang menanjak 0,28 persen, sementara indeks berjangka E-Mini untuk S&P 500 naik 0,14 persen. Indeks utama Australia melonjak 1,1 persen, sementara Nikkei Jepang naik 0,2 persen setelah survei produsen menghasilkan sentimen-sentimen terkuat dalam satu dekade.

Aktivitas manufaktur China tumbuh pada laju tercepat sejak 2012 pada bulan September karena pabrik menggenjot produksi untuk mengeruk keuntungan dari permintaan yang kuat dan harga tinggi. Hal itu terpantau dari Indeks Pembelian Manajer Operasional (PMI) yang dirilis pada hari Sabtu lalu tercatat naik menjadi 52,4 di bulan September, dari 51,7 di bulan Agustus. ( cnnindonesia.com )