Euro Melanjutkan Penurunan Kuartalan Terkait Kebuntuan Di Yunani

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Euro melanjutkan penurunan kuartalan tertajam versus dolar sejak awal terkait sentimen gejolak di Yunani.

Mata uang 19 negara jatuh setidaknya dalam 12 tahun ditengah stimulus moneter ECB yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berbeda dengan Federal Reserve AS, yang berada pada laju untuk menaikkan suku bunga di tahun ini untuk pertama kalinya sejak tahun 2006 silam.

Euro jatuh 0,8% menjadi $ 1,0747 pada 15:50 sore di New York, setelah tergelincir sebesar 0,5% pada hari Senin dan turun sebanyak 11% di tiga bulan terakhir, penurunan kuartalan tertajam sejak mata uang bersama mulai diperdagangkan pada tanggal 1 Januari 1999. Turun 0,9% menjadi ?128,91, sehingga mendorong penurunan sejak 31 Desember sebesar 11%, yang merupakan penurunan kuartalan tertajam sejak September 2011.

Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang menelusuri greenback terhadap 10 mata uang utama, naik 0,1% menjadi 1,201.01. Melanjutkan gain kesembilan secara beruntun dalam satu bulan, yang merupakan kenaikan beruntun terpanjang sejak 2004.(yds)

Sumber: Bloomberg