Ethereum Meledak & Naik 40% Sebulan

ilustrasi-ethereum-photo-by-executium-on-unsplash_169RIFAN FINANCINDO – Pasar mata uang kripto (cryptocurrency) mulai kembali pulih sejak Agustus 2021, di mana kini mayoritas kripto terutama yang kapitalisasi pasarnya hingga ratusan miliar dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melesat lebih dari 20% beberapa pekan terakhir.

Dua kripto yang menyandang sebagai ‘raja kapitalisasi pasar’ yakni bitcoin (BTC) dan ethereum (ETH) pun masing masing melesat hingga 20% lebih dan 40% lebih sekitar sebulan terakhir. Ethereum pun kini mendominasi pasar kripto.

Ethereum pada perdagangan Jumat (3/9/2021) pekan lalu dan Senin (6/9/2021) kemarin sempat menyentuh level rekornya sejak 15 Mei lalu di kisaran level US$ 4.000, meskipun pada hari ini harganya cenderung melemah dan kembali ke kisaran level US$ 3.900.

Dalam sepekan terakhir, ethereum telah melesat hingga lebih dari 20%. Bahkan sepanjang tahun ini saja, ethereum sudah meroket hingga lebih dari 400% atau lebih tepatnya 436,78%.

Beberapa analis mengatakan bahwa kenaikan ethereum disebabkan oleh melonjaknya permintaan di aset yang tidak dapat ditukarkan atau non-fungible token (NFT).

Joseph Edwards, kepala penelitian di broker cryptocurrency Enigma Securities, mengatakan ethereum sangat diminati karena investor terus masuk ke aset NFT, di mana aset tersebut didasarkan pada blockchain ethereum.

“Ini masih terkait dengan melonjaknya permintaan di aset NFT yang dapat mendorong pasar ethereum, walaupun dorongannya tidak secara langsung,” kata Joseph Edwards, dikutip dari Reuters.

Untuk pasar yang lebih besar, NFT menjadi sumber minat investor selama beberapa pekan terakhir. Tetapi untuk pasar derivatif, NFT adalah sinyal hijau bagi investor institusional untuk menunjukkan perilaku bullish-nya.

Mengutip dari CNN Indonesia, NFT adalah bagian dari konten digital yang ditautkan ke blockchain, basis data digital yang mendukung cryptocurrency seperti bitcoin dan ethereum.

NFT menjadi cryptocurrency terbaru yang menjadi arus utama dan menarik perhatian dunia. Secara singkat, NFT mengubah karya seni digital dan barang koleksi lainnya menjadi aset unik yang dapat diverifikasi dan mudah diperdagangkan dengan memanfaatkan blockchain.

NFT biasanya digunakan untuk membeli dan menjual karya seni digital, seperti file dengan format GIF, sebuah tweet dari Twitter, kartu perdagangan virtual, gambar objek fisik, skin video game, real estate virtual, dan banyak lagi.

Jual beli produk seni digital ini dilakukan dengan mata uang kripto, di mana etherum adalah yang paling sering digunakan. Untuk melakukan jual beli, etherum mesti di bungkus (wrapped) sehingga disingkat menjadi WETH. Nilai ETH dan WETH tetap sama, seperti dikutip dari Weth.

Selain dari melonjaknya demand di aset NFT, suksesnya proses upgrade yang dinamai ‘London Hard Fork’ pada Agustus lalu juga menjadi pendorong melesatnya harga ethereum.

Proses upgrade tersebut berkontribusi pada terobosan harga di atas US$ 2.900, yang juga bertepatan dengan kenaikan rasio ETH/BTC di atas 0,07.

London Hard Fork adalah salah satu dari lima proposal perbaikan yang juga dapat disebut EIP-1559, bertujuan untuk memberikan kecepatan yang lebih cepat pada penambangan ethereum dan juga memberikan banyak insentif untuk para penambang kripto tersebut.

Tidak seperti bitcoin, di ethereum tidak ada batasan untuk menambang koinnya dan inilah yang menjadikannya mata uang kripto ini lebih ‘kebal’ dari inflasi.

Para penambang ethereum juga akan diberi insentif untuk memvalidasi setiap blok informasi di blockchain Ethereum. Dana insentif tersebut didapat dari biaya transaksi (fee) dari para trader yang melakukan trading di ethereum.

Salah satu manfaat terbesar dari upgrade London Hard Fork adalah memungkinkan jaringan ethereum untuk menangani lebih banyak transaksi per detik.

Hal ini akan membantu dengan skalabilitas dan mengatasi biaya transaksi yang tinggi, di mana hal tersebut menjadi salah satu keluhan terbesar dari investor kecil atau mereka yang sering melakukan transaksi.

Sumber : cnbcindonesia