Emas Turun Jelang Suku Bunga The Fed

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Penurunan harga emas terjadi karena para pedagang terbebani kemungkinan kenaikan suku bunga.

Kontrak emas yang paling aktif untuk permintaan April turun USD9,4 atau 0,77%, menjadi menetap di USD1.216,10 per ounce.

Para investor menghabiskan hari perdagangan dengan fokus pada peluang naiknya suku bunga Federal Reserve yang akan datang. Investor percaya the Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,75 ke 1,00 selama pertemuan FOMC Maret.

Menurut alat Fedwatch CME Group, peluang The Fed untuk merubah suku bunga dari 0,50 ke setidaknya 0,75 adalah 84% pada pertemuan Maret dan 78% untuk pertemuan Mei, bersama dengan peluang 7,0% kenaikan ke tingkat 1,0.

Dolar AS juga memberikan tekanan pada logam emas, karena indeks dolar AS naik 0,11% menjadi 101,82 pada pukul 18.43 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan melemah, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Perak untuk pengiriman April turun 23,7 sen, atau 1,33%, menjadi ditutup pada USD17,536 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun USD17,1 atau 1,75%, menjadi ditutup pada USD961,10 per ounce.

Dolar AS Menguat Didorong Sinyal Kenaikan Fed Rate

Kurs mata uang dolar AS berhasil menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB). Penguatan terjadi karena para investor memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya bulan ini.

Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada Jumat lalu memberi tanda bahwa kenaikan suku bunga dalam pertemuan kebijakan moneter bulan ini kemungkinan akan tepat, jika ekonomi berkembang sejalan dengan harapan para pejabat Fed.

Komentar Yellen muncul setelah beberapa pembuat kebijakan Fed menyatakan dukungan serupa untuk kenaikan suku bunga dalam waktu dekat pada pekan lalu. The Fed diagendakan mengadakan pertemuan kebijakan moneter berikutnya pada 14 dan 15 Maret.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, menguat 0,17% menjadi 101,810 pada akhir perdagangan.

Di sisi ekonomi, Departemen Perdagangan AS kemarin mengumumkan bahwa defisit barang dan jasa mencapai USD48,5 miliar pada Januari, meningkat USD4,2 miliar dari sebelumnya USD44,3 miliar dolar AS pada Desember.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi USD1,0567 dari USD1,0584 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris melemah menjadi USD1,2200 dari USD1,2237 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7589 dari USD0,7583.

Dolar AS dibeli 114,05 yen Jepang, lebih tinggi dari 113,95 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS menguat ke level  1,0139 franc Swiss dari 1,0120 franc Swiss, dan naik tipis menjadi 1,3421 dolar Kanada dari 1,3414 dolar Kanada.

sumber : okezone.com

PT RIFAN FINANCINDO