Emas Tertekan dibawah Level $1.200

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Emas tetap berada di bawah tekanan pada hari Kamis karena kenaikan obligasi imbal hasil meredam daya tarik investasi logam, sementara ketidakpastian atas waktu kenaikan suku bunga Federal Reserve juga menjadi sentiment negatif.

Spot emas sedikit berubah pada level $1,190.31 per ons pukul 07:50 waktu Singapura, pasca turun sebesar 0,1 persen pada sesi sebelumnya dan masih berada di bawah level kunci $1200.

Obligasi imbal hasil di Eropa dan Amerika Serikat telah meningkat seiring kekhawatiran deflasi telah mereda dengan rebound harga minyak, dan dalam mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed naik akhir tahun ini.

Obligasi Imbal hasil yang lebih tinggi dapat melemahkan daya tarik emas sebagai logam tidak membayar bunga.

Obligasi tenor 10-tahun pemerintah Jerman mencapai level tertinggi tahun 2015 ini pada hari Rabu kmearin, sementara Obligasi imbal10-tahun AS naik ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Ketua The Fed Janet Yellen memperingatkan bahwa suku bunga rendah AS jangka panjang bisa naik seiring Fed akan menormalkan kebijakannya, menyebabkan gangguan di sistem keuangan.

Bullion gagal mendapatkan momentum dari pelemahan dolar, yang tertekan di level terendah dalam lebih dari dua bulan terakhir terhadap sekeranjang mata uang utama terkait data ekonomi yang mengecewakan.

Data ekonomi yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan pengusaha swasta pada bulan April menambahkan jumlah pekerja paling sedikit di lebih dari satu tahun terakhir, mengurangi harapan rebound yang kuat dalam pertumbuhan ekonomi pasca kemerosotan kuartal pertama.

Kelemahan dalam data dan dolar biasanya meningkatkan tawaran safe haven untuk emas, tapi itu gagal terwujud pada hari Rabu.

Investor kini difokuskan pada data AS nonfarm payrolls yang akan dirilis pada hari Jumat untuk isyarat tentang tentang kekuatan ekonomi dan dampaknya pada waktu kenaikan suku bunga. (izr)

Sumber: Reuters