Emas Pertahankan Penguatan

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Emas mempertahankan penguatannya setelah laporan data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan, mengurangi spekulasi bahwa Federal Reserve akan meningkatkan suku bunga secepatnya di bulan ini.

Bullion untuk pengiriman segera berada 0,1 persen lebih rendah di level $ 1,323.66 per ons pada pukul 09:25 pagi di Singapura, menurut Bloomberg. Logam ini naik 0,9 persen menjadi $ 1,325.21 pada hari Jumat, level tertinggi penutupan sejak 23 Agustus lalu.

Emas telah reli 25 persen dalam tahun ini karena The Fed menahan diri dari pengetatan lebih lanjut, memberi manfaat bagi emas yang tidak menawarkan pengembalian, dan karena Brexit vote dan gejolak di pasar keuangan mendorong investor ke aset haven. Pengusaha di Amerika menambahkan 151.000 pekerja untuk nonfarm payrolls bulan lalu menyusul kenaikan pada bulan Juli sebesar 275.000, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat. Perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg menyerukan angka 180.000.

Kemungkinan dari peningkatan suku bunga The Fed bulan ini turun menjadi 32 persen pada Jumat dari 42 persen pada minggu lalu, sementara spekulasi untuk pengetatan di bulan Desember turun enam poin persentase menjadi 59 persen, menurut Fed funds futures yang dilacak oleh Bloomberg.(Bloomberg)

Pergerakan Harga Emas Minggu Lalu dan Prediksi Minggu Ini

Emas mengalami tekanan pada sebagian besar waktu dari minggu lalu dengan para trader mengkuatirkan keluarnya pengumuman laporan pekerjaan AS yang kuat pada hari Jumat yang bisa memicu para pembuat kebijakan untuk menaikkan tingkat bunga segera pada bulan ini, khususnya setelah komentar yang ?hawkish? dari ketua Fed Janet Yellen dan wakil ketua Stanley Fischer seminggu yang lalu. Kenyataannya, namun sebaliknya, payrolls bertumbuh kurang daripada yang diperkirakan, dan emas melompat naik lebih tinggi pada hari Jumat minggu lalu dengan ekspektasi kenaikan tingkat bunga menjadi turun mundur.

Sentimen emas di Wall Street kelihatannya berbalik 180 derajat, dengan mayoritas analis sekarang memperkirakan harga akan bergerak naik lebih tinggi pada minggu ini setelah rilis data pada hari Jumat minggu lalu yang menunjukkan employment AS bertumbuh kurang daripada yang diperkirakan

Mesikpun diperdagangkan melemah selama sebagian besar dari minggu lalu, emas mengakhiri perdagangannya pada minggu lalu di daerah hijau. Emas berjangka melompat setelah laporan nonfarm payrolls yang lebih rendah daripada yang diperkirakan, dimana ekonomi AS hanya menciptakan 151.000 pekerjaan di bulan Agustus. Emas berjangka Comex bulan Desember terakhir diperdagangkan naik $7.80 di $1,325 per ons.

Dari 13 analis dan trader yang mengambil bagian di survei mingguan Kitco News Wall Street, 8 partisipan atau 62% melihat emas akan naik pada minggu ini. Minggu lalu, hampir setengah dari para ahli yang disurvei memperkirakan harga emas akan turun. Minggu ini, hanya 2 orang atau 15% yang ?bearish? sementara 3 sisanya, atau 23% netral.

Sementara itu dari 1.091 partisipan Main Street yang ikut ambil bagian didalam survei online Kitco News minggu ini, 626 responden atau 57% berkata mereka ?bullish? terhadap emas pada minggu ini. 311 atau 29% mengatakan mereka ?bearish? dan 154 atau 14% netral.

Para analis kebanyakan bullish terhadap metal kuning ini dengan ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga sebelum laporan pekerjaan AS sedikit dibesar-besarkan. Setelah komentar Fed pada minggu lalu, pasar memperhitungkan kemungkinan bank sentral akan menaikkan tingkat bunga pada minggu ini, namun setelah data employment tiba-tiba yang lemah, probalita untuk kenaikan tingkat bunga pada bulan September turun 12%, dari angka sebelumnya sebesar 24%.
Phil Streible, ahli strategi pasar senior dari RJO Futures berkata, ?Emas berjangka pasti terus mendapatkan keuntungan setelah melesetnya angka pekerjaan pada hari Jumat. Angkanya jauh dari angka 180.000 yang diperkirakan, membuat skenario yang paling mungkin sampai pertemuan bulan Desember adalah satu kali kenaikan tingkat bunga.

Adrian Day dari Adrian Day Asset Management setuju dengan Streible bahwa laporan nonfarm payrolls pada hari Jumat minggu lalu akan membuat the Fed tetap berhati-hati dan membuat para pejabat Fed enggan untuk menaikkan tingkat bunga pada bulan ini.

Namun tidak semua analis berpandangan demikian, sebagian memandang emas masih bisa turun pada minggu ini. Raplh Preston, prinsipal dari Heritage West Financial yang kurang optimistik mengatakan,?$1,362 sekarang merepresentasikan batas resistance yang massif, bisa menjadi puncaknya pada tahun ini.?

Ken Morrison, editor dari newsletter Morrison on the Markets, dipihak lain tetap netral terhadap metal kuning, ?memperkirakan konsolidasi sideways diantara range trading 1,310-$1,340.?

Expert yang lain bahkan mengatakan emas bisa ditutup diatas $1,325 per ons pada hari Jumat minggu ini, jika ingin mempertahankan momentum lanjut ke minggu depan.

( http://vibizmedia.com )

PT RIFAN FINANCINDO