Rifan Financindo ~ Emas Pertahankan Gain terkait Fed

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – Emas menpertahankan kenaikan terbesar nya sejak Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah dan memberikan sinyal untuk melakukan pengetatan secara bertahap untuk kebijakan moneter AS.

Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan di level $ 1,339.97 per ounce pada pukul 2:42 siang waktu Singapura dari level $ 1,340.08 pada hari Rabu, di saat naik 1,5 persen, menurut harga publik Bloomberg. Itu merupakan lompatan terbesar sejak 24 Juni ketika bullion naik pada hasil Brexit.

Emas naik 26 persen tahun ini pada permintaan untuk aset haven seiring Fed belum melakukan pengetatan kebijakan sementara bank sentral lain mengadopsi suku bunga negatif. anggota Komite Pasar Terbuka Federal meng-upgrade penilaian mereka tentang ekonomi dalam pernyataan mereka kemarin setelah pertemuan dua hari nya. Mereka mengatakan risiko jangka pendek telah berkurang, meskipun inflasi masih terlalu rendah. Pesanan barang tahan lama AS turun sehingga menambah spekulasi bahwa Fed akan bergerak lambat dalam menaikkan biaya pinjaman.

Holdings di exchange-traded funds yang didukung emas bertambah 3,2 metrik ton menjadi 1,999.3 ton pada hari Rabu, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan.

Di Cina, bullion kemurnian 99,99 persen berada 1,3 persen lebih tinggi di level 287,40 yuan per gram ($ 1,341.86 per ounce) di Shanghai Gold Exchange.

Di Shanghai Futures Exchange, emas untuk pengiriman Desember naik 1,4 persen ke level 289,25 yuan per gram. ( Bloomberg )

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Rabu (Kamis pagi WIB), menjelang pengumuman Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), Federal Reserve AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus naik 5,9 dolar AS atau 0,45 persen, menjadi menetap di 1.326,70 dolar AS per ounce.

Pada pertemuan hari ini (Rabu), pedagang yakin bahwa Fed akan menunda kenaikan suku bunga yang sebelumnya diharapkan Juli hingga 2017. Risalah pertemuan Fed sebelumnya menyebabkan para pedagang percaya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga 0,50 persen ke 0,75 persen selama pertemuan FOMC Desember.

Menurut alat pemantau Fed, CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan dari 0,50 persen ke 0,75 persen adalah pada 4,0 persen untuk pertemuan Juli, 27 persen pada pertemuan September, 29 persen pada pertemuan November, dan 49 persen di pertemuan Desember 2016.

Di sisi lain, penguatan dalam dolar AS menempatkan tekanan pada logam mulia, karena indeks dolar AS naik 0,29 persen menjadi 97,46 pada pukul 18.00 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Emas mendapat dukungan ketika Departemen Perdagangan AS mengatakan pada Rabu bahwa pesanan barang tahan lama turun 4,0 persen pada Juni, yang analis catat merupakan penurunan terbesar dalam hampir dua tahun.

Angka negatif mengirim para investor menuju logam mulia sebagai aset “safe haven” menjelang pengumuman FOMC Federal Reserve AS.

Perak untuk pengiriman September naik 31,2 sen, atau 1,59 persen, menjadi ditutup pada 19,995 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober bertambah 29,2 dolar AS, atau 2,66 persen, menjadi ditutup pada 1.128,20 dolar AS per ounce. Demikian laporan Xinhua. ( http://investasi.kontan.co.id )

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO