Emas Perpanjang Penurunan Seiring Merosotnya Aset SPDR

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -Emas mencatat penurunan mingguan setelah para investor mengkaji waktu kenaikan suku bunga pinjaman AS ditengah penurunan harga energi, dengan aset pada SPDR Gold Trust mencatat periode penurunan terlama sejak Mei 2013 lalu.

Bullion untuk pengiriman segera turun sebesar 0.4% ke level $1,157.94 per ounce dan diperdagangkan pada level $1,159.41 pukul 11:37 pagi waktu Singapura, turun 1.6% sepanjang pekan ini, menurut harga dari Bloomberg. Kemarin kepemilikan pada SPDR, merosot ke level 6 tahun terendah sebesar 720.62 metrik ton, terkontraksi pada hari ke-8.

Emas menuju ke penurunan tahunan secara berturut-turut sejak 2000 lalu sejalan dengan penurunan harga minyak yang mencatat 4 tahun terendah sehingga mengurangi permintaan akan nilai lindung inflasi itu dan Federal Reserve akan menaikkkan suku bunga yang pertama kali sejak 2006 lalu. Permintaan emas global kuartal ketiga turun 2.5% dari awal tahun ini ke level terendah sejak 2009 silam, menurut World Gold Council kemarin. Indeks Spot Dollar Bloomberg dekati level 5 tahun tertinggi menjelang rilis data hari ini mengenai penjualan ritel yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan tipis.

Pekan depan, The Fed akan merilis hasil pertemuannya pada 28-29 Oktober lalu, saat mengakhiri program pembelian obligasi. Presiden The Fed New York William C. Dudley menyatakan bahwa menaikkan suku bunga dalam waktu mendekat akan membawa resiko lebih besar terhadap ekonomi dari menundanya.

Emas untuk pengiriman Desember turun 0.3% ke level $1,158.30 per ounce di Comex, New York, berada pada laju penurunan pada pekan ke-4. Harga emas berjangka telah mengalami penurunan 3.7% sepanjang tahun 2014 ini setelah merosot 28% pada 2013 silam.

Perak untuk pengiriman segera turun 0.7% ke level $15.5569 per ounce, menuju penurunan mingguan ke-5, Logam tersebut telah merosot 20% sepanjang tahun 2014 ini dan turun ke level $15.0681 pada 7 November lalu, level harga terendah sejak Februari 2010 silam.

Spot platinum turun 0.2% ke level $1,193.75 per ounce, mencatat penurunan mingguan ke-5. Palladium turun 0.3% ke level $765.95 per ounce, memperpanjang penurunan mingguan ke-2. (bgs)

Sumber: Bloomberg