Emas Naik Untuk Hari Ke-2

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Emas naik di hari kedua karena investor terus berspekulasi bahwa AS akan lambat untuk menaikkan suku bunganya, menjelang rilis risalah The Fed dari pertemuan Juli nya. Dolar tahan penurunan.

Bullion untuk pengiriman cepat naik sebanyak 0,5 persen ke $ 1,346.46 per ons dan diperdagangkan di $ 1,344.21 pada 9:23 pagi di Singapura, menurut Bloomberg generic pricing. Logam ini 27 persen lebih tinggi tahun ini.

Emas tetap didukung bahkan disaat ekuitas global menguat, dengan indeks dolar berada di dekat terendahnya pada 24 Juni lalu terkait probabilitas untuk menaikkan biaya pinjaman tahun ini oleh The Fed masih di bawah 50 persen. Pedagang mencari petunjuk lebih lanjut pada risalah The Fed di pertemuan kebijakan terakhir, tanggal 17 Agustus besok, dan dari Ketua The Fed Janet Yellen, yang dijadwalkan untuk berbicara minggu depan pada pertemuan pembuat kebijakan global di Jackson Hole, Wyoming.(Bloomberg)

Harga Emas Naik Didorong Lemahnya Dolar AS

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Senin (Selasa pagi WIB), karena dolar AS yang melemah memberikan dukungan terhadap logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik USD4,3 dolar atau 0,32 persen, menjadi USD1.347,5 per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, turun 0,1 persen menjadi 95,61 pada pukul 17.30 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Logam mulia dicegah dari kenaikan lebih lanjut karena indeks Dow Jones Industrial Average AS naik 75 poin atau 0,41 persen pada pukul 17.30 GMT.

Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik karena investor mencari tempat yang aman, sebaliknya ketika ekuitas AS membukukan keuntungan logam mulia biasanya turun.

Federal Reserve AS akan merilis risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Juli pada Rabu.

Investor percaya bahwa meskipun bank sentral AS telah membiarkan pintu terbuka untuk kenaikan suku bunga selama 2016, angka PDB pada kuartal kedua membuat tidak mungkin untuk kenaikan suku bunga selama tahun ini.

Risalah pertemuan Fed sebelumnya menyebabkan para pedagang percaya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan Desember FOMC.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah 12 persen pada pertemuan September 2016, 14 persen pada pertemuan November 2016, dan 43 persen pada pertemuan Desember.

Para pedagang juga sedang menunggu rilis indeks harga konsumen, laporan produksi industri, dan laporan perumahan yang baru dibangun (housing starts) pada Selasa, bersama dengan laporan klaim pengangguran dan laporan tinjauan dari Federal Reserve Philadelphia, yang akan diumumkan pada Kamis.

Perak untuk pengiriman September naik 14,4 sen, atau 0,73 persen, menjadi ditutup pada USD19,847 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD13 atau 1,15 persen, menjadi ditutup pada USD1.116,3 per ounce. ( http://economy.okezone.com )

PT RIFAN FINANCINDO