Emas Menuju Penurunan Mingguan

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Emas berada di jalur untuk penurunan mingguan seiring kemenangan Donald Trump memicu taruhan bahwa kebijakannya akan meningkatkan perekonomian sehingga mengirim reli pada ekuitas dan logam dan meredam daya tarik aset haven.

Bullion untuk pengiriman segera berada di level $ 1,262.89 per ounce pada pukul 8:59 pagi waktu Singapura, setelah jatuh 1,5 persen pada hari Kamis untuk ditutup di level $ 1,259.20, menurut harga publik Bloomberg. Logam ini 3,2 persen lebih rendah minggu ini seiring kekhawatiran atas kemenangan mengejutkan Trump dalam pemilihan presiden AS mereda.

Daya tarik emas, yang membukukan tiga keuntungan mingguan sebelum pemilu, memudar karena meningkatnya optimisme bahwa kebijakan Trump akan berfokus pada pembangunan kembali infrastruktur AS dan mendorong pertumbuhan. Saham dan logam naik, sementara dolar menguat, membatasi permintaan untuk emas sebagai aset alternatif. Investor mengalihkan perhatian mereka kembali ke Federal Reserve, dengan para pedagang melihat peluang 80 persen kenaikan suku bunga bulan depan.

Sementara belanja oleh Republik akan mendukung kegiatan konstruksi dan menguntungkan komoditas seperti baja, nikel, seng dan diesel, prospek untuk emas belum bisa diterka, menurut Goldman Sachs Group Inc. Bullion mungkin didukung oleh ketidakpastian fiskal dan geopolitik, namun pertumbuhan kuat bisa menjadi bearish untuk harga, kata bank ini dalam sebuah laporan pada 9 November. (Bloomberg)

Emas Turun Tertekan Penguatan Dolar dan Ekuitas AS

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun USD7,1 atau 0,56%, bertahan di USD1.266,40 per ounce.

Ekuitas AS mencapai tertinggi baru karena pasar terus bereaksi terhadap presiden yang akan datang, presiden pemenang pilpres Donald Trump.

Para investor percaya bahwa ia cenderung untuk memotong pajak penghasilan badan dan beberapa pajak lainnya, yang mereka yakini akan memberikan stabilitas ke pasar, sehingga menempatkan peredam pada pembelian “safe haven” logam mulia.

Emas berada di bawah tekanan karena Indeks Dow Jones Industrial Average AS naik 273 poin atau 1,47 persen pada pukul 17.50 GMT.

Analis mencatat bahwa ketika ekuitas AS membukukan kerugian maka emas biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman, sementara sebaliknya ketika ekuitas AS mencatatkan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

Indeks dolar AS naik 0,1 persen menjadi 98,72 pada pukul 17.50 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap beberapa mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar kuat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Sebuah laporan yang diumumkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim pengangguran awal jatuh sebanyak 11.000 ke tingkat 254.000, dua angka yang sama-sama lebih baik daripada perkiraan dan mendorong permintaan “safe haven” untuk logam mulia turun lebih dalam.

Data ketenagakerjaan merupakan salah satu komponen utama ekonomi yang digunakan bank sentral AS, Federal Reserve AS, untuk menetapkan waktu kenaikan suku bunga.

Perak untuk pengiriman Desember naik 35,9 sen, atau 1,95 persen, menjadi ditutup pada USD18,737 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD21,1 atau 2,10%, menjadi ditutup pada USD982,20 per ounce. ( ekonomy.okezone.com )