Emas Menuju Penurunan Bulanan

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Emas menuju penurunan bulanan pertama sejak Mei seiring investor melihat prospek tinggi untuk kenaikan biaya pinjaman AS pada akhir tahun dan memperlambat pembelian dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas.

Bullion untuk pengiriman segera berada 0,2 persen lebih tinggi di level $ 1,313.49 per ounce pada pukul 9:29 pagi waktu Singapura, menurut harga publik Bloomberg. Logam kuning ini turun ke level $ 1,309.34 pada hari Selasa, yang merupakan level terendah sejak 28 Juni, dan turun 2,8 persen bulan ini.

Penurunan emas bulan ini akan menjadi yang pertama untuk? bulan Agustus sejak tahun 2009, seiring logam mulia ini umumnya naik pada permintaan perhiasan menjelang musim pernikahan dan festival di India yang merupakan konsumen terbesar bersama dengan China. Salah satu faktor dari penurunan emas yakni komentar hawkish pejabat Federal Reserve, yang membuat taruhan pada pengetatan moneter meningkat sehingga melambungkan dolar.

Wakil Ketua Fed Stanley Fischer kemarin mengatakan data ekonomi minggu ini akan menentukan lintasan kenaikan suku bunga dan menyatakan optimisme bahwa pertumbuhan produktivitas akan meraih rebound.

Investor sekarang mencermati data nonfarm payrolls ayng dirilis Jumat nanti untuk menjelaskan lebih lanjut tentang kekuatan ekonomi AS dan waktu kenaikan suku bunga. Pedagang melihat di probabilitas 34 persen Fed akan bergerak bulan depan, dari 18 persen pada awal Agustus, sementara kemungkinan peningkatan pada bulan Desember berada pada 59 persen. Kepemilikan di ETF emas naik sekitar 25 metrik ton bulan ini, yang tercatat sebagai kenaikan terkecil pada tahun 2016.

Dolar AS Bersiap Raih Gain Bulanan Pertama Sejak Mei

Dolar menuju kenaikan bulanan pertama terhadap yen sejak Mei, di tengah memuncaknya spekulasi kebijakan moneter lebih lanjut AS akan menyimpang dari yang Bank of Japan lakukan.

Di pasar opsi, kontrak premi untuk membeli yen dalam sebulan terbenam untuk pertama kalinya sejak November, setelah Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda menegaskan kesiapannya untuk memudahkan kebijakan moneter lebih lanjut pada 27 Agustus lalu. Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan pekan lalu bahwa kasus untuk biaya pinjaman yang lebih tinggi telah meningkat. Rilis data ekonomi minggu ini akan menentukan lintasan kenaikan suku bunga, Wakil Ketua Stanley Fischer mengatakan kemarin. Departemen Tenaga Kerja akan mempublikasikan data payrolls AS untuk bulan Agustus pada hari Jumat.

Dolar naik 0,2 persen ke level ? 103,12 pada pukul 10:02 pagi waktu Tokyo dari New York dan menyentuh level satu bulan tertinggi di level 103,23. Greenback menguat 1 persen terhadap mata uang Jepang bulan ini. (sdm)

Sumber: Bloomberg

PT RIFAN FINANCINDO