Emas Kembali Tertekan Pasca Kesepakatan Yunani

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Emas kembali tertekan pasca Yunani mencapai kesepakatan dengan kreditur yang bisa membuka jalan untuk bailout baru, meredam permintaan untuk logam sebagai aset haven dan investor mengalihkan fokusnya terhadap waktu kenaikan suku bunga AS.

Bullion untuk pengiriman segera berada di level $1,156.88 per ons pukul 7:35 pagi di Singapura dari level $1,157.98 sehari sebelumnya, menurut harga generik Bloomberg. Logam turun sebanyak 1,1 persen pada hari Senin ke level $1,151.27, harga terendah sejak 8 Juli dan berakhir turun 0,5 persen untuk menghentikan penguatan selama tiga hari terakhir.

Emas turun sebesar 2,3 persen tahun ini seiring Federal Reserve mengisyaratkan pihaknya merencanakan untuk meningkatkan tingkat suku bunga acuan. Ketua the Fed Janet Yellen pada hari Jumat pekan lalu mengatakan akan tetap menaikan suku bunga pada tahun ini, dan Federal Open Market Committee (FOMC) akan kembali melakukan pertemuan pada akhir bulan ini untuk mengkaji pemulihan ekonomi. Sementara ekuitas rally pada Senin kemarin seiring diumumkannya kesepakatan Yunani, rencana mungkin belum dapat terealisasi karena perlu persetujuan dari parlemen Yunani pekan ini.

Kenaikan suku bunga dapat meredam daya tarik emas, yang tidak membayar bunga atau memberikan imbal hasil seperti aset seperti obligasi. Indeks Bloomberg Dollar Spot sedikit bergerak pada hari Selasa pasca menguat 0,6 persen pada hari Senin. Kenaikan dolar cenderung membatasi keuntungan emas.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus sedikit bergerak pada level $ 1,156.40 per ons dari level $1,155.50 di Comex di New York pada hari Senin kemarin, ketika harga turun 0,5 persen. Perak untuk pengiriman segera merosot 0,2 persen ke level $15,4831 per ons.

Platinum turun sebesar 0,3 persen ke level $1,031.25 per ons , sedangkan paladium anjlok sebesar 0,4 persen ke level $658 per ons. (izr)

Sumber: Bloomberg