Emas Hentikan Penurunan Lima Sesi

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Emas berjangka diselesaikan lebih tinggi pada Rabu ini, ditengah dukungan dari penurunan dalam dolar AS yang menyebabkan harga emas menghentikan penurunan selama lima hari.

Tapi investor tetap waspada menjelang pertemuan Federal Reserve AS dan Bank of Japan pekan depan yang dapat menghasilkan perubahan kebijakan moneter.

Emas Desember naik $ 2,40, atau 0,2%, untuk menetap di level $ 1,326.10 per ons.

Sementara pada logam lainnya diselesaikan lebih tinggi. tembaga Desember naik 5,4 sen, atau 2,6%, ke $ 2,155 per pon, sementara platinum Oktober naik US $ 4,90 atau 0,5%, menjadi $ 1,040.90 per ons. paladium Desember berakhir pada $ 656,50 per ons, naik 40 sen, atau kurang dari 0,1%.(Bloomberg)

Harga Emas Naik Dipicu Pelemahan Dolar AS

Harga Emas di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena perdagangan teknikal dan dolar AS yang menurun memberikan dukungan terhadap logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember meningkat USD2,4 atau 0,18 persen menjadi USD1.326,1 per ounce.

Para pedagang mengambil keuntungan pada posisi jangka pendek mereka, memberikan pemicu bagi logam mulia naik kembali setelah jatuh selama empat sesi berturut-turut.

Analis percaya bahwa pelemahan dolar AS juga mendorong logam mulia naik, karena indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap beberapa mata uang utama, turun 0,33 persen menjadi 95,26 pada pukul 17.30 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar menurun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi para pemodal.

Selain itu, analis percaya pasar akan diberikan petunjuk lebih lanjut untuk arah ekonomi AS setelah beberapa indikator ekonomi utama dirilis pada Kamis, termasuk klaim pengangguran mingguan, indeks harga produsen, penjualan ritel, dan laporan produksi industri. Indeks harga konsumen akan dirilis pada Jumat.

Emas mendapat dukungan lebih lanjut ketika laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS menunjukkan harga-harga impor dan ekspor masing-masing melemah sebesar 0,2 persen dan 0,8 persen.

Ini adalah sebuah tanda sedikit inflasi di sisi perdagangan ekonomi AS, dan peluangnya akan memberikan lebih banyak amunisi terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC mendatang, pekan depan.

Pasar ekuitas AS tetap pada tingkat yang lebih lemah pada Rabu, setelah anjlok pada Selasa. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang tidak berisiko. Sementara, sebaliknya ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

Perak untuk permintaan Desember naik 9,1 sen, atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada USD19,066 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD4,9 atau 0,47 persen, menjadi USD1.040,90 per ounce. (http://economy.okezone.com)

PT RIFAN FINANCINDO