Emas Dunia Turun Setelah Pidato Trump

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), setelah pidato Presiden AS Donald Trump di hadapan Kongres.

Mengutip Antara, Kamis 2 Februari 2017, kontrak emas yang paling aktif untuk permintaan April mengalami penurunan sebanyak USD3,9 atau 0,31 persen menjadi menetap di posisi sebesar USD1.250,00 per ounce.

Permintaan emas  yang terlihat pada awal minggu ini dan selama bagian dari minggu lalu telah dieliminasi, karena ekuitas AS melonjak pada Rabu 1 Maret setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan memangkas pajak perusahaan dan pribadi untuk warga Amerika.

Ini mendorong ekuitas AS naik tajam. Indeks Dow Jones Industrial Average AS naik 337,90 poin atau 1,62 persen pada pukul 19.05 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas mencatatkan kerugian maka logam mulia biasanya naik karena investor mencari tempat yang aman, sebaliknya ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka emas biasanya naik.

Emas diletakkan di bawah tekanan lebih lanjut karena indeks dolar AS naik 0,34 persen pada pukul 19.05 GMT. Indeks adalah tolok ukur dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi penanam modal.

Pidato Presiden Trump telah secara dramatis berdampak terhadap ekspektasi untuk kenaikan suku bunga pada pertemuanKomite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya. Investor sekarang percaya the Fed akan merubah suku bunga dari 0,75 ke 1,00 selama pertemuan FOMC Maret.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk merubah suku bunga mencapai 66 persen pada pertemuan Maret dan 72 persen untuk pertemuan Mei.

Perak untuk pengiriman Mei naik dua sen atau 0,11 persen menjadi ditutup pada USD18,489 per ounce. Platinum untuk pengiriman April melemah USD12,1 atau 1,17 persen menjadi ditutup pada USD1.018,90 per ounce.

Komentar Pejabat Fed Dorong USD Menguat

Kurs dolar Amerika Serikat (USD) berakhir menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena komentar-komentar hawkish para pejabat Federal Reserve mendukung spekulasi pasar untuk penguatan suku bunga akhir bulan ini.

Presiden Fed New York William Dudley mengatakan pada Selasa 28 Februari bahwa alasan untuk pengetatan telah menjadi jauh lebih menarik, sementara Presiden Fed San Francisco John Williams menyatakan ia memperkirakan kenaikan suku bunga akan menerima pertimbangan serius pada pertemuan kebijakan moneter Maret.

Mengutip Antara, Kamis 2 Februari 2017, kata-kata para pembuat kebijakan Fed mengirim greenback lebih tinggi pada Rabu 1 Maret. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, menguat 0,54 persen menjadi 101,670 pada akhir perdagangan.

Di sisi ekonomi, pendapatan pribadi AS mengalami peningkatan sebanyak USD63 miliar atau 0,4 persen pada Januari, mengalahkan konsensus pasar 0,3 persen, kata Departemen Perdagangan, Rabu 1 Maret.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi USD1,0553 dari USD1,0604 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris melemah menjadi USD1,2301 dari USD1,2413 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7676 dari USD0,7674.

Dolar AS dibeli 113,69 yen Jepang, lebih tinggi dari 112,02 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS menguat ke level 1,0084 franc Swiss dari 1,0036 franc Swiss, dan naik tipis menjadi 1,3345 dolar Kanada dari 1,3273 dolar Kanada.

 

Sumber : metrotvnews.com

RIFANFINANCINDO