Emas Catat Pelemahan Untuk Sesi Kelima

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Emas berjangka gagal mempertahankan gain sebelumnya pada Selasa ini, karena tekanan dari penguatan dolar AS sehingga membuat emas untuk melanjutkan pelemahannya untuk sesi kelima secara beruntun.

Sementara itu beberapa komentar dovish dari Federal Reserve pada hari Senin telah membantu untuk menahan harapan untuk kenaikan suku bunga segera setelah pekan depan, tetapi greenback berhasil membukukan gain Selasa menjelang pertemuan kebijakan The Fed pekan depan.

Pada hari Selasa, emas Desember turun $ 1,90, atau 0,1%, untuk menetap di level $ 1,323.70 per ons. Itu merupakan penutupan terendah sejak 1 September lalu, menurut data FactSet.

Di antara dana yang diperdagangkan di bursa, SPDR Gold Trust turun 0,4% seiring penyelesaian emas berjangka. IShares Silver Trust merosot 1,2%, sedangkan penambang Emas VanEck Vektor turun 4,1%.

Kembali pada Comex, tembaga Desember naik kurang dari setengah persen ke level $ 2,102 per pon, sementara platinum Oktober kehilangan $ 6,90, atau 0,7%, ke level $ 1.036 per ons. paladium Desember berakhir pada $ 656,10 per ons, turun 60 sen, atau 0,1%.

Perak Desember turun 2,5 sen, atau 0,1%, ke level $ 18,975 per ons-juga penyelesaian terendah sejak awal bulan ini.(MarketWatch)

Komentar Pejabat The Fed Bikin Harga Emas Melemah

Harga emas ditutup melemah pada perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta) setelah sebelumnya berada di dua arah. Ketidakpastian kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve menjadi pemicu utama pelemahan harga emas.

Mengutip Wall Street Journal, Rabu (14/8/2016), harga emas untuk permintaan Desember ditutup turun 0,1 persen ke angka US$ 1.323,70 per troy ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Logam mulia ini?sempat diperjualbelikan pada level US$ 1.330,50 pada awal sesi.

Menurut Bill O’Neill, broker di LOGIC Advisors, investor jangka pendek mulai mengeluarkan dana untuk mendapatkan logam mulia ini sesaat setelah terjadi penurunan harga emas. Namun beberapa investor jangka panjang masih ragu untuk menempatkan posisi.

“Tidak ada yang cukup menarik pada perdagangan hari ini. Ada beberapa yang melakukan aksi sell, ada juga yang melakukan aksi beli,” jelas dia.

Harga emas telah tertekan dalam seminggu terakhir karena berbagai pernyataan dari pejabat Bank Sentral AS yang memicu?kekhawatiran di kalangan investor.

Beberapa petinggi The Fed cukup yakin bahwa bunga acuan akan segera naik. Keyakinan tersebut mendorong pelemahan harga emas.

Namun keyakinan tersebut masih didiskusikan karena ada juga beberapa pejabat Bank Sentral AS yang merasa data-data ekonomi yang ada belum bisa menopang kenaikan suku bunga.

Dalam jadwal, The Fed akan mengatakan pertemuan pada 20 September nanti. Jelang pertemuan tersebut, harga logam mulia ini akan masih terus terombang-ambing.

Sumber : http://bisnis.liputan6.com/

PT RIFAN FINANCINDO