Emas Bertahan Di Dekat 3 Minggu Tertinggi

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – Emas bertahan di dekat level tertinggi dalam lebih dari tiga minggu karena saham-saham goyah akibat kekhawatiran tentang kekuatan ekonomi global menyusul aksi jual dalam minyak mentah dan setelah paket stimulus fiskal Jepang mengecewakan para investor.

Bullion untuk pengiriman segera stagnan di level $ 1,363.40 per ons pada pukul 09:45 pagi di Singapura, menurut Bloomberg. Logam menyentuh $ 1,367.34 pada hari Selasa, yang merupakan level intraday tertinggi sejak 11 Juli.

Sementara bank sentral dan pemerintah berencana meningkatkan stimulus untuk menopang pertumbuhan, investor telah mencari aset haven, membantu mendongkrak tahunan emas sebesar 29 persen. Rencana pemerintah Jepang untuk meningkatkan belanja sebesar 4,6 triliun yen ($ 45 miliar) turun sedikit dari harapan, mengirimkan yen ke level tertinggi dalam tiga minggu, sementara indeks dari dolar merosot pada hari Selasa ke level terendah dalam lima minggu. Saham-saham Asia memperpanjang penurunan karena minyak mentah bertahan di bawah $ 40 per barel, mendekati hampir empat bulan terendah sebelum update persediaan minyak AS.( Bloomberg )

Pendorong kenaikan harga emas adalah ekspektasi dari pelaku pasar bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan menahan suku bunga atau menunda langkah pengetatan kebijakan moneter.

Mengutip Wall Street Journal, Rabu (3/8/2016), harga emas untuk pengiriman Desember ditutup naik 1 persen ke level US$ 1.372,60 per troy ounce di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Ini adalah harga penutupan tertinggi sejak 6 Juli.

Harga Emas Kembali Dekati Rekor Tertinggi – Bisnis Liputan6.com

Dalam beberapa pekan terakhir harga emas memang sempat tertekan karena adanya ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga melihat data-data ekonomi yang telah dirilis menunjukkan adanya perbaikan pada kuartal II kemarin jika dibanding dengan kuartal I.

Namun pada pekan ini beberapa data ekonomi menunjukkan kebalikannya. Di akhir pekan lalu, otoritas AS mengeluarkan data bahwa pertumbuhan ekonomi negara tersebut naik 1,2 persen untuk periode April-Juni. Pertumbuhan tersebut berada di bawah estimasi dari para analis dan ekonom yang memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi AS bakal berada di angka 2,6 persen.

"The Fed tidak bisa berbuat banyak meskipun sebenarnya mereka bisa. Hal tersebut membuat harga emas kembali melambung," terang analis Linn Group Ira Epstein.

Dalam survei, keyakinan pelaku pasar akan rencana The Fed untuk menaikkan suku bunga pada September nanti mengalami penurunan. Pada Selasa investor yang menyatakan bahwa ada kemungkinan The Fed menaikkan bunga di September mencapai 15 persen, turun dari sehari sebelumnya yang ada di angka 18 persen.

Pada saat yang sama, harga emas mendapat dorongan untuk kembali menguat dengan adanya kebijakan pelonggaran moneter di negara lain.?Bank Sentral Australia memangkas suku bunganya pada Selasa untuk mendorong kenaikan angka inflasi dan meningkatkan pasar tenaga kerja. ( http://bisnis.liputan6.com )